“Tujuannya, agar warga memahami langkah evakuasi dan respons cepat saat hujan lebat berkepanjangan terjadi,” terang Mabbrur.
BACA JUGA:Penghujung 2025, Tujuh ASN di Tegal Terima SK Pensiun
BACA JUGA:Wujud Kolaborasi Lintas Sektoral, Implementasi Posyandu 6 SPM di Tegal Dilaunching
Pemkot Tegal juga telah melakukan pemetaan dan pemutakhiran data wilayah rawan bencana. Khususnya daerah yang berpotensi mengalami genangan, banjir perkotaan, dan dampak cuaca ekstrem di kawasan pesisir.
Kesiapan infrastruktur pendukung, seperti sistem drainase, tanggul, dan saluran air, terus ditingkatkan melalui kegiatan pemeliharaan dan koordinasi dengan Perangkat Daerah teknis terkait.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, sambung Mabbrur, Pemkot Tegal juga membentuk Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang terbagi di dua wilayah. Yaitu Posko Tegal Timur dan Posko Margadana.
Selain itu, Pemkot juga melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan penyebarluasan informasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang rawan bencana.
BACA JUGA:Success Story UMKM Binaan BI Tegal: Batik Metaflora Pekalongan, dari Canting ke AI
BACA JUGA:Misteri Kematian 4 Orang di Tol Tegal Terungkap, Korban Positif Keracunan Gas
Masyarakat diimbau untuk aktif memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG, serta mengikuti arahan Pemerintah Daerah apabila terjadi peningkatan risiko bencana.
“Melalui sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat, kesiapsiagaan yang matang diharapkan mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi,” ungkap Mabbrur.