Akhiri Dualisme, DPC GMNI Tegal Deklarasikan Persatuan

Akhiri Dualisme, DPC GMNI Tegal Deklarasikan Persatuan

Deklarasi Persatuan DPC GMNI Kota Tegal --

TEGAL, radartegal.com - DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota TEGAL melaksanakan deklarasi persatuan, Sabtu, 3 Januari 2025 malam. Itu, dilakukan sebagai langkah strategis menuju pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) sekaligus mengakhiri polemik dualisme kepengurusan yang terjadi.

Deklarasi itu, juga menjadi momentum penting untuk mengakhiri dinamika internal. Serta meneguhkan kembali komitmen organisasi dalam satu barisan perjuangan.

Ketua Ramadhani Syazali mengatakan, persatuan merupakan tonggak satu-satunya agar GMNI kembali menjadi organisasi pelopor di tengah zaman post-truth semacam ini. Dengan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan dan ego pribadi. 

"Persatuan merupakan ondasi utama bagi kebangkitan GMNI. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, khususnya di era (post-truth)," katanya.

BACA JUGA: Rasakan Guncangan di Tahun Politik, DPP GMNI Segera Gaungkan Semangat Persatuan Pasca Pemilu 2024

BACA JUGA: Pilkada 2024 di Depan Mata, GMNI Kota Tegal Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Rasional

Menurut Dhani, harapan ke depan, DPC GMNI Kota Tegal tetap eksis. Serta konsisten mengawal tuntas kerja-kerja ideologi organisasi, yaitu Marhaenisme.

Sementara Ketua Setyo Amboro Nesta menegaskan rekonsiliasi bukan sekadar penyatuan struktural. Melainkan proses pendewasaan kolektif yang berlandaskan integritas dan kesadaran ideologis.

"Kekuatan GMNI tidak terletak pada kuantitas massa semata. Tetapi pada kualitas gagasan, keteguhan prinsip, dan komitmen ideologis kadernya," ujarnya.

Menurut Setyo, Marhaenisme harus dihidupi sebagai kompas perjuangan, bukan sekadar wacana teoritis. Selain itu, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun harus dikelola dengan etika, dialog, dan semangat persaudaraan.

BACA JUGA: DPC GMNI Kota Tegal Tolak Segala Bentuk Kecurangan Pemilu 2024

BACA JUGA: Kepala Disporapar Ajak Kader GMNI Tumbuhkan Minat Wirausaha di Kalangan Mahasiswa

Setyo juga menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, sebagai ujian integritas kader GMNI. Disampaikannya, persatuan yang dibangun adalah persatuan ideologis yang lahir dari kesamaan visi dan ketulusan untuk mengabdi.

"Saya bangga melihat potensi dan ketangguhan kader GMNI Kota Tegal yang tetap bertahan dan bergerak di tengah dinamika internal," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: