Hari Jadi ke-81 Jateng: Pendidikan Gratis Diperluas, Akses Belajar Kian Terbuka

Minggu 16-08-2026,13:30 WIB
Reporter : Khikmah Wati
Editor : Khikmah Wati

Jumlah penerima bertambah 1.273 siswa dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang menjangkau 2.390 siswa. Pemprov Jateng menyediakan bantuan Rp2 juta per siswa setiap tahun, dengan total daya tampung program mencapai 5.004 kursi.

Bantuan Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu

Upaya memperluas akses pendidikan juga dilakukan melalui bantuan pembiayaan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Pada 2025, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan Beasiswa Siswa Miskin atau BSM kepada 10.000 siswa dengan nilai Rp1 juta per siswa. Sebanyak 1.100 anak tidak sekolah juga menerima bantuan senilai Rp2 juta per siswa.

Pada 2026, BSM kembali diberikan kepada 10.000 siswa dengan nominal Rp1 juta per siswa. Selain itu, dukungan melalui BOSDA dengan pendekatan siswa miskin menjangkau 50.620 siswa, masing-masing sebesar Rp1 juta.

Berbagai skema tersebut diarahkan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan anak berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan.

SPMB Jateng Didorong Berjalan Transparan

Perluasan akses pendidikan juga dibarengi dengan komitmen menjaga proses Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB agar berjalan transparan, objektif, dan tanpa diskriminasi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berulang kali menegaskan larangan praktik titipan dalam proses penerimaan murid baru.

“Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya,” tegas Luthfi dalam salah satu kesempatan.

Ketegasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kursi sekolah diberikan sesuai ketentuan. Program pendidikan gratis dan Sekolah Kemitraan diharapkan dapat menjangkau siswa yang memenuhi persyaratan tanpa campur tangan pihak tertentu.

Menurut Luthfi, pendidikan merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.

“Pendidikan ini merupakan investasi masa depan,” katanya.

SMANKO Jateng Buka Ruang bagi Atlet Muda

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyediakan jalur pendidikan bagi pelajar yang memiliki bakat dan prestasi olahraga melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga atau SMANKO Jawa Tengah.

Sekolah berasrama yang berada di Kawasan Olahraga Jatidiri, Kota Semarang, memungkinkan atlet muda menjalani pendidikan formal sekaligus mengikuti program latihan dan kompetisi.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SMANKO menampung 252 siswa, terdiri atas 108 siswa kelas X dan 144 siswa kelas XI. Sebanyak 21 cabang olahraga menjadi fokus pembinaan, antara lain atletik, angkat besi, panjat tebing, dan wushu.

Kategori :