Sharp Giga Fest

Strategi Jateng Entaskan Kemiskinan, Pemuda Dibekali Keterampilan Digital

Strategi Jateng Entaskan Kemiskinan, Pemuda Dibekali Keterampilan Digital

INOVASI - Pemprov Jateng uji model baru pengentasan kemiskinan berbasis pemuda. -istimewa-

SURAKARTA, radartegal.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) meluncurkan strategi baru pengentasan kemiskinan dengan menempatkan generasi muda sebagai pilar utama pemberdayaan ekonomi keluarga. 

Melalui skema ini, anak muda dari keluarga miskin tidak lagi sekadar menerima bantuan tunai, melainkan dibekali keahlian khusus, modal usaha, dan pendampingan intensif agar mampu mandiri secara finansial.

Fokus Pemberdayaan Pemuda Berbasis Desa dan Kelurahan

Langkah inovatif ini ditandai dengan peluncuran Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda. Acara tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Rabu (19/8/2026).

Peresmian ini sekaligus menjadi momen penting dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA:Gubernur Ahmad Luthfi Minta ASN Jadi Benteng Informasi Sahih di HUT ke-81 Jateng

BACA JUGA:Peringatan Hari Jadi ke-81 Jateng: Menakar Capaian dan Harapan Warga

Menurut Gus Yasin, program pencontohan ini dirancang khusus guna menguji sejauh mana efektivitas keterlibatan pemuda dalam mengakselerasi penurunan angka kemiskinan di tingkat tapak.

Sasar 3,4 Juta Pemuda Desil 1 Hingga 4

Inisiatif strategis ini menyasar kelompok masyarakat berusia 16 hingga 30 tahun yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 4. Merujuk pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) per Januari 2026, tercatat sebanyak 3.493.309 pemuda di Jawa Tengah berada dalam rentang kelompok kesejahteraan tersebut.

Pemilihan pemuda sebagai tulang punggung program bukan tanpa alasan mendasar. Gus Yasin menilai, generasi muda memiliki potensi besar dan adaptabilitas tinggi dalam memperluas jangkauan pasar, khususnya dengan memanfaatkan teknologi digital modern.

Sebaran Delapan Wilayah Pilot Project di Jawa Tengah

Untuk tahap awal, program pencontohan ini direalisasikan secara serentak di delapan desa dan kelurahan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota:

  • Kota Surakarta: Kelurahan Semanggi, Kelurahan Nusukan, dan Kelurahan Mojosongo.
  • Kabupaten Brebes: Desa Winduaji.
  • Kabupaten Pemalang: Desa Belik dan Desa Mendelem.
  • Kabupaten Demak: Desa Rejosari.
  • Kabupaten Blora: Desa Ngawen.

BACA JUGA:Hari Jadi ke-81 Jateng: Perbaikan RTLH Didorong Sekaligus untuk Menguatkan Ekonomi Keluarga

BACA JUGA:Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Kirim 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Mekanisme Asesmen Ketat dan Pendampingan Berkelanjutan

Gus Yasin menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan kali ini meninggalkan pola lama yang hanya memberikan bantuan konsumtif secara instan. Setiap kelompok sasaran diwajibkan menjalani tahapan asesmen komprehensif guna mengidentifikasi kebutuhan, rekam jejak keterampilan, serta potensi ekonomi lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait