Sharp Giga Fest

Diduga Cabuli Keponakan, Rumah Pria di Brebes Digerebek Warga

Diduga Cabuli Keponakan, Rumah Pria di Brebes Digerebek Warga

ILUSTRASI - Sebuah video yang memperlihatkan ratusan warga menggerebek dugaan aksi pencabulan yang dilakukan oleh seorang paman terhadap keponakannya di wilayah Kecamatan Larangan viral di media sosial.(istimewa)--

BREBES, radartegal.com - Sebuah video yang memperlihatkan ratusan warga menggerebek rumah terduga pelaku pencabulan terhadap keponakannya di wilayah Kecamatan Larangan Brebes viral di media sosial. Penggerebekan itu terjadi pada Sabtu 22 Agustus 2026 sekitar pukul 1.00 WIB dini hari. 

Dalam video yang beredar, terlihat hampir seratusan warga menggerebek sebuah rumah. Terlihat pula sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Larangan yang berupaya meredam emosi warga. Polisi juga mengamankan terduga pelaku agar tak diamuk warga. 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti kronologi dari aksi penggerebekan itu. Namun dalam narasi video itu, terduga pelaku yang diketahui berinisial S (45) tentah melakukan kekerasan pada keponakannya yang masih berusia 14 tahun dan duduk di bangku SMP.

Narasi dalam video itu menyebutkan bahwa sumber informasi didapat dari seorang warga setempat bernama Fitrianie Agustin. Menurut dia, orang tua korban sudah bercerai dan ibu korban bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, sedangkan ayah korban telah menikah lagi. 

BACA JUGA: Pria di Pemalang Diduga Cabuli Anak Angkat dari Istri Sirinya Selama Berbulan-bulan

BACA JUGA: Pendiri Ponpes di Klaten Cabuli 2 Anak Kandung, Salah Satunya Sejak Usia 14 Tahun

Informasi itu menyebutkan, korban tinggal bersana sama pakdhe budhenya. Sedangkan korban diduga telah menerima kekerasan sejak masih duduk di bangku SD. Untuk sementara, pelaku sudah di amankan pihak kepolisian. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes Eni Listiana membenarkan terkait informasi tersebut.

"Iya benar," ungkap Eni saat dikonfirmasi terkait kebernaran informasi tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini perkara tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Dan untuk korban, kata dia, sudah mendapatkan pendampingan dari pihaknya. 

"Korban sudah kami dampingi dan sudah  dilakukan visum dan pemeriksaan psikologis," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: