Daur Ulang Baterai EV: Ke Mana Perginya Setelah Mobil Pensiun?

Kamis 10-09-2026,13:30 WIB
Reporter : Derian Yudi Pratama
Editor : Khikmah Wati

4. Biaya logistik memengaruhi keekonomian pengolahan.

IEA menilai daur ulang akan semakin penting bagi ketahanan rantai pasok mineral. Namun, dampaknya terhadap kebutuhan mineral primer membutuhkan waktu.

Artinya, membangun fasilitas hari ini merupakan investasi jangka panjang. Industri harus menyiapkan kapasitas sebelum gelombang baterai pensiun semakin besar.

BACA JUGA: Daftar Mobil Listrik Keluarga Merek Wuling: Pilihan Paling Populer & Value for Money

BACA JUGA: 5 Mobil Listrik Bekas 7 Seater: Kabin Luas, Baterai Sehat, & Harga Makin Terjangkau!

Bagaimana Indonesia Menyiapkan Daur Ulang Baterai EV?

Indonesia perlu membangun rantai pengelolaan sejak kendaraan masih beroperasi. Tujuannya agar baterai memiliki jalur jelas ketika performanya sudah menurun.

Ada lima langkah penting yang perlu diperhatikan:

1. Membangun sistem pengumpulan baterai bekas yang mudah dilacak.

2. Memperkuat fasilitas pengujian dan pembongkaran baterai.

3. Mengembangkan teknologi pengolahan material bernilai tinggi.

4. Mendorong penggunaan kedua untuk baterai yang masih layak.

5. Memastikan pengelolaan dilakukan melalui fasilitas berizin.

BACA JUGA: Nyaman dan Murah, 5 Daftar Mobil Listrik 100 Jutaan 2026 yang Cocok untuk Keluarga

BACA JUGA: 6 Mobil Listrik Murah dengan Jarak Tempuh Terjauh, Ada yang Tembus 395 Km

Konsumen juga sebaiknya tidak membongkar baterai sendiri ketika mengalami masalah. Daur ulang baterai EV membutuhkan prosedur keselamatan dan fasilitas yang sesuai.

Ekosistem tersebut akan semakin penting ketika jumlah kendaraan listrik bertambah. Indonesia dapat mengubah baterai bekas menjadi sumber material bagi industri berikutnya.

Kategori :