Kenali Modus Voice Phishing, BRI Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Perbankan
KEAMANAN DIGITAL- BRI mengimbau kepada nasabah agar mewaspadai penipuan telepon (voice phishing) serta menjaga kerahasiaan kode OTP dan data perbankan.-ISTIMEWA-
Ringkasan Cepat:
- Ancaman Kejahatan Siber (Vishing): PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengimbau nasabah mewaspadai modus penipuan panggilan telepon berpura-pura menjadi petugas bank (voice phishing).
- Modus Operandi Penelepon: Pelaku kerap menciptakan kepanikan palsu terkait transaksi mencurigakan atau ancaman pemblokiran rekening demi menguras kode OTP, PIN, dan password nasabah.
- Proteksi & Kontak Resmi: BRI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia perbankan melalui saluran telepon. Verifikasi mandiri dapat dilakukan lewat Call Center 1500017 atau aplikasi BRImo.
JAKARTA, radartegal.com— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menerbitkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat dan nasabahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kejahatan perbankan digital.
Selain penipuan berkedok akun media sosial serta situs web palsu, aksi kejahatan siber kini makin masif dilancarkan melalui panggilan telepon langsung dengan modus berpura-pura sebagai petugas resmi perbankan.
Taktik kejahatan berbasis manipulasi psikologis ini dikenal dengan istilah voice phishing atau vishing. Dalam aksinya, penipu menargetkan penguasaan informasi pribadi hingga data rahasia perbankan milik nasabah.
BACA JUGA: Bonus Atlet Asian Games Cair! BRI Salurkan Rp158 Miliar Langsung ke Rekening
Pola Manipulasi Psikologis dan Penyalahgunaan Kode OTP
Modus vishing umumnya diawali dengan rekayasa informasi dari penelepon yang memberitahukan adanya transaksi mencurigakan atau ancaman pemblokiran rekening beruntun demi alasan keamanan.
Menggunakan gaya bahasa yang terorganisir, sopan, dan meyakinkan, penipu berupaya memicu kepanikan nasabah agar mengikuti instruksi secara cepat tanpa sempat melakukan verifikasi kebenaran informasi.
Pola utama yang patut diwaspadai adalah ketika penelepon menawarkan bantuan pemblokiran rekening sementara, lalu meminta nasabah menyebutkan atau menginput kode One-Time Password (OTP).
Padahal, kode OTP bersifat sangat rahasia (confidential) dan menjadi kunci utama peretas untuk mengambil alih akses transaksi perbankan digital nasabah.
BACA JUGA: BRI Tembus Top 50 Emiten BigCap IICD 2026 Bukti GCG Solid
Corporate Secretary BRI Dhanny mengemukakan bahwa perseroan berkomitmen penuh memperkuat infrastruktur keamanan siber yang diimbangi dengan program edukasi nasabah secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


