"Lebaran masih sekitar 20 hari lagi. Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secukupnya dan tidak perlu panik, sehingga stabilitas harga tetap terjaga," imbau Ischak.
BACA JUGA: Ramadan 2026: Warga Padasari Tegal Tarawih dan Puasa di Tenda Pengungsian
BACA JUGA: Perkuat Ekosistem Ziswaf, BSI dan HokBen Santuni 4.500 Anak Yatim di Ramadan 2026
Senada dengan Bupati, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya bersama Forkopimda dan Bulog terus melakukan pengawasan terhadap harga bahan pokok. Hingga saat ini, harga masih berada dalam batas wajar dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), tanpa kenaikan yang signifikan.
"Personel Satgas Pangan bergerak secara aktif untuk memantau pasar tradisional maupun modern di seluruh wilayah Kabupaten Tegal. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menimbun barang karena stok masih aman dan harga tetap stabil," jelasnya.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal Imam Rudy Kurnianto menjelaskan bahwa pemantauan difokuskan pada bahan pokok strategis dan komoditas yang harganya fluktuatif, seperti cabai dan beras. Operasi pasar bersifat insidental, yakni dilaksanakan ketika harga mengalami kenaikan dan dihentikan saat harga kembali normal sesuai mekanisme pasar.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga menjelang Hari Raya Idulfitri dan dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hasil pemantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa kondisi harga secara umum masih terkendali, meskipun terdapat sedikit penyesuaian pada komoditas tertentu.