Pemprov Jateng Siap Pasok Energi Baru Terbarukan di Kawasan Industri Batang
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyaksikan penandatanganan PT JPEN dengan KITB--
BATANG, radartegal.com — PT Jateng Petro Energi (JPEN) menandatangani nota kesepahaman dan Non-Disclosure Agreemet (NDA) dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Kawasan Industripolis Batang. Penandatanganan itu, merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jatang) dalam mendukung pengembangan bisnis energi baru terbarukan (EBT) di kawasan tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyaksikan langsung penandatanganan Kerja sama tersebut. Kerjasama yang disepakati itu, terkait investasi layanan energi baru terbarukan (EBT) terintegrasi dengan sistem keandalan daya tanpa kedip (zero interruption power).
Usai penandatanganan, Luthfi mengatakan, KITB merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) dan telah menjadi etalasenya investasi di Jawa Tengah. Secara tidak langsung, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempunyai tanggung jawab untuk ikut meningkatkan daya saing KITB.
"Jangan sampai KITB ini punya kawasan yang byar-pet, kadang nyala kadang mati (listriknya). Susun strategi, kalau perlu bikin timeline, harus secepatnya (direalisasikan) energi baru terbarukan ini. KITB harus menjadi percontohan nasional untuk industri lain," katanya saat memberikan sambutan.
BACA JUGA: Bernilai USD 200 Juta, Pabrik Pengelolaan Sampah Siap Dibangun di KEK Batang
BACA JUGA: Gubernur Ahmad Luthfi Minta Bank Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan
Energi baru terbarukan sendiri telah menjadi salah satu syarat yang diajukan oleh banyak investor dari luar negeri. Setiap kali Ahmad Luthfi mempromosikan potensi investasi dan kawasan industri, ketersediaan energi baru terbarukan untuk mendukung industri hijau dan ramah lingkungan selalu ada dalam daftar pertanyaan.
"Lalu saya ceritakan kalau kita punya banyak danau atau waduk yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Para investor banyak yang tertarik untuk ikut investasi," jelasnya.
Direktur Utama PT JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, mengatakan investasi layanan sistem keandalan daya tanpa kedip (zero interruption power) tersebut merupakan upaya mewujudkan suplai energi listrik yang tidak pernah putus selama 24 jam. Ini akan menunjang KITB ini menjadi satu-satunya kawasan industri yang mencapai tier 4.
"Akhirnya akan menarik investor-investor high premium seperti semikonduktor, kemudian juga petro chemical, data center, dan lain-lain. Juga memicu menciptakan lapangan pekerjaan dengan nilai gaji tinggi dan transfer teknologi," ujarnya.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Cek Rumah Calon Penerima Bantuan RTLH di Semarang
BACA JUGA: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pembina Terbaik Kinerja Pengelolaan Sampah 2026
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


