Harga Daging Sapi di Tegal Tembus Rp140 Ribu per Kilogram, Bupati Masuk Pasar: Tetap Terkendali

Harga Daging Sapi di Tegal Tembus Rp140 Ribu per Kilogram, Bupati Masuk Pasar: Tetap Terkendali

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman berdialog dengan pedagang di Pasar Trayeman pantau perkembangan harga dan stok sembako-radar tegal-Poto : doc. Prokompin Kab. Tegal

SLAWI, radartegal.com – Harga daging sapi di Kabupaten Tegal menembus angka Rp140 ribu per kilogram. Hal itu seperti diungkapkan salah satu pedagang daging di Pasar Trayeman, Slawi Amrin.

Menurutnya, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp135 ribu per kilogram. Kenaikan sebesar Rp5 ribu per kilogram tersebut terjadi dalam satu hingga dua minggu terakhir, dipicu oleh keterbatasan pasokan sapi dari peternak.

Pasokan sapi sebagian besar bersumber dari Jawa Timur, selain dari peternak lokal dan jalur impor. Meski demikian, stok daging dipastikan aman dan aktivitas jual beli tetap berjalan meskipun jumlah pembeli sedikit menurun.

"Saya selalu menjaga kualitas daging agar tetap segar dengan tidak menimbun stok berlebihan. Penurunan pembeli mungkin disebabkan sebagian beralih berbelanja ke pasar modern," ungkap Amrin, salah seorang pedagang daging di Pasar Trayeman.

BACA JUGA: Update Harga Sembako di Slawi Jelang Lebaran 2026: Beras dan Daging Sapi Terpantau Stabil

BACA JUGA: Jelang Libur Nataru, Dinkopumdag Brebes Klaim Stok dan Harga Sembako Stabil

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman turun langsung memimpin pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Trayeman dan Yogya Mall Slawi, Kamis 25 Februari 2026. Bupati didampingi Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, Satgas Pangan Polres Tegal, serta Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal.

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi di tengah bulan Ramadan. Bupati Ischak menyatakan bahwa kegiatan pemantauan ini bertujuan mencegah lonjakan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok di pasar tradisional maupun modern.

Berdasarkan hasil dialog langsung dengan para pedagang, sejumlah komoditas utama, seperti telur, beras, gula pasir, dan minyak goreng, terpantau stabil tanpa kenaikan yang signifikan.

"Kami memastikan harga dan stok tetap terkendali, distribusi berjalan lancar, serta daya beli masyarakat tetap terjaga. Ini adalah tugas kami untuk memastikan situasi tetap kondusif selama bulan Ramadan," ujarnya.

BACA JUGA: Ramadan di Pengungsian Padasari Tegal: Warga Bertahan dengan Nasi Bungkus, Harapkan Bantuan Tunai

BACA JUGA: Ramadan, Wali Kota Tegal Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Ia menambahkan bahwa terdapat perbedaan harga antara pasar tradisional dan pasar modern. Di pasar tradisional, minyak goreng curah dan Minyakita masih tersedia dengan harga telur yang relatif lebih terjangkau dibandingkan di pasar modern.

Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bulog turut melaksanakan operasi pasar di sejumlah titik strategis. Di Pasar Trayeman, masyarakat dapat memperoleh beras, cabai merah, beras jagung, dan singkong dengan harga yang terjangkau.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait