Tampil sebagai narasumber dalam FGD, Avrilia Wahyuana dari Radio Soloposfm, kontributor Inews, Bramantyo, dan Agra dari RRI Surakarta.
Avrilia Wahyuana mengatakan, era disrupsi berdampak pada banyak hal. Yaitu audiens berpindah dari konsumsi terjadwal pada jam tertentu, menjadi on demand kapan saja dan di mana saja.
BACA JUGA: DPRD Jateng Bahas Strategi Pertanian Bersama Pemkab Brebes
BACA JUGA: Lestarikan Seni Budaya, Ketua DPRD Jateng Ajak Generasi Muda Bikin Konten Kreatif
Selain itu, munculnya Artificial Intellegence (AI) yang berperan sebagai alat produksi harian yang mengancam sekaligus membantu efisiensi.
"Tantangan terbesar saat ini bukan lagi memproduksi konten, tapi berebut perhatian di tengah banjir informasi," katanya.
Ia menambahkan, untuk bertahan, media harus menerapkan hybrid model atau tidak mengandalkan satu sumber saja. Sumber pendapatan tersebut bisa dari langganan digital, iklan yang dikemas seperti artikel, memanfaatkan kekuatan merek media untuk membuat event, menjual data riset audiens, hingga mendapatkan komisi dari rekomendasi produk dalam konten.
"Bisnis media saat ini bukan lagi tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling dipercaya dan memiliki hubungan langsung dengan audiensnya," tutupnya.