Bukan Komet atau Rudal, Cahaya Terang yang Viral Melintas Ternyata Debris

Bukan Komet atau Rudal, Cahaya Terang yang Viral Melintas Ternyata Debris

Ilustrasi-Khikmah Wati-Notebooklm

radartegal.com- Jagat maya Indonesia kembali dihebohkan dengan penampakan cahaya terang misterius yang melintasi langit pada Sabtu malam 4 April 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.

Fenomena ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari anggapan meteor jatuh hingga kemunculan komet.

​Namun, jika menilik karakteristiknya, fenomena tersebut bukanlah benda langit alami melainkan debris atau puing antariksa yang kembali memasuki atmosfer Bumi (re-entry).

​Apa Itu debris Antariksa?

Puing antariksa ini biasanya berasal dari sisa-sisa peluncuran roket, satelit tua yang sudah tidak aktif, atau bagian dari wahana luar angkasa yang sudah habis masa pakainya.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Bayangi Mudik Lebaran 2026, BMKG dan Gubernur Jateng Imbau Masyarakat Waspada

BACA JUGA: Valentine Basah! BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Pemalang hingga 14 Februari

Saat tertarik gravitasi dan masuk ke atmosfer dengan kecepatan tinggi, material logam tersebut mengalami gesekan hebat yang membuatnya terbakar.

​Proses pembakaran inilah yang menghasilkan cahaya terang menyerupai bola api, seringkali disertai jejak panjang atau pecahan-pecahan cahaya yang tampak terpisah di belakangnya.

​Mirip Fenomena di Argentina

Meski sering terjadi di berbagai belahan dunia, fenomena kali ini terasa lebih ramai diperbincangkan karena melintas di waktu produktif saat banyak warga melakukan aktivitas luar ruangan.

​Berdasarkan laporan dari beberapa wilayah, karakteristik cahaya yang bergerak perlahan dengan pecahan kecil yang mengekor memiliki kemiripan visual dengan video debris yang sempat viral di Argentina beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tertinggi, Pemalang Siaga Hujan Lebat

BACA JUGA: Ada Perigee di Periode Natal dan Tahun Baru, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir Rob

​Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Meskipun terlihat dramatis dan sedikit mencemaskan, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir. Sebagian besar puing antariksa ini akan habis terbakar menjadi abu di atmosfer sebelum sempat menyentuh permukaan Bumi.

​Kejadian ini menjadi pengingat betapa padatnya aktivitas manusia di orbit Bumi saat ini, yang tak jarang menyisakan "sampah langit" yang kembali pulang ke rumah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait