Pasalnya, publik meyakini jika Roby lah pelaku child grooming yang menimpa Aurelie mengingat kemiripan usia, nama, cerita dan berbagai hal yang terkait dengan cerita tersebut.
Meski demikian, dalam saluran Instagram resminya, Aurelie meminta semua pengikut salurannya untuk tidak melakukan perundungan.
"Please ya teman-teman ???? Jangan membully atau menyerang karakter di Broken Strings, apalagi kalau cuma berdasarkan tebakan. Belum tentu benar, dan jujur aku ga enak bacanya. Kasihan!
Fokus ceritanya bukan ke sana, tapi ke pengalaman dan pesan yang ingin aku sampaikan. Kalau ada yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing.
Tapi kalau hanya menebak-nebak lalu kalian menyerang, please jangan.
Terima kasih sudah menjaga ruang ini tetap aman dan penuh empati ????????," tulisnya dikutip Jumat, 16 Januari 2026.
Jadwal Terbit Buku Broken Strings Aurelie
Dalam seminggu terakhir, buku Broken Strings karya Aurelie menjadi informasi yang paling banyak dicari masyarakat. Termasuk kapan buku tersebut muncul dalam versi cetak.
Buku Broken Strings yang ditulis Aurelie Moeremans sendiri sebenarnya telah dirilis sejak 10 Oktober 2025 dan bisa dibaca gratis melalui link di media sosial Instagram pribadinya @aurelie.
Wanita kelahiran Belgia itu merilis dua versi bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tanpa bantuan editor dan resmi diterbitkan dalam waktu dekat.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak penerbit melalui media sosial Instagram resminya @oharabooks pada Senin, 12 Januari 2026.
Buku Broken Strings hadir dengan tampilan yang berbeda karena terdapat ilustrasi yang semakin menghidupkan kisah Aurelie.
"Akan ada ilustrasi-ilustrasi penuh warna dari @tea.with.ami untuk semakin menghidupkan kisah dari penulis," tulis penerbit, dikutip Rabu, 14 Januari 2026.
"Demi menyajikan pengalaman membaca yang terbaik, naskah buku versi hard cover ini juga disunting oleh @balqisnab dengan tetap menjaga ruh dari penulisnya dalam setiap huruf demi huruf," sambungnya.
Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans bukan hanya sekadar kisah kekerasan, melainkan soal proses penyembuhan.
Aurelie menulis bagaimana secara pelahan bisa belajar untuk memeluk dirinya sendiri, memaafkan semua masa lalu kelamnya, dan keluar dari siklus trauma yang membutuhkan waktu serta proses panjang.