Dalam layanan jasa masalah operasional seperti kerusakan mesin, keterlambatan pemrosesan, atau kesalahan pencatatan dapat mengganggu kinerja dan mengurangi kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan.
Untuk mencegah hal ini, pemilik rutin memeriksa mesin, memberi label pakaian dengan jelas, mengatur antrian, dan menggunakan sistem pencatatan digital untuk meminimalkan kesalahan.
Selain itu, pemasaran digital mendukung operasional melalui Google Maps, WhatsApp Business, dan media sosial. Wawancara mengungkapkan sekitar 60% pesanan diterima melalui WhatsApp dan 40% dikirim langsung, yang menunjukkan efektivitas strategi pemasaran digital.
Kesimpulan dan Saran
Laundry Elna membuktikan bahwa usaha rumahan berkembang menjadi bisnis berkelanjutan dengan perencanaan matang, pemanfaatan teknologi, dan konsistensi menjaga kualitas layanan.
Studi kasus ini menginspirasi pelaku UKM serta generasi muda untuk membangun usaha profesional. Dengan komitmen dan inovasi berkelanjutan, Laundry Elna berpotensi menjadi contoh sukses bisnis rumahan yang dipercaya masyarakat.
Namun, perlu dilakukan penyesuaian harga secara bertahap, misalnya menjadi Rp5.500/kg setelah enam bulan untuk menjaga arus kas, serta mengoptimalkan alur kerja dengan pembagian antrean express dan reguler agar tidak terjadi penggumpalan cucian.
PENULIS: Riska Maulidini (4122600090), Salsa Farah Nabilah (4122600136), Zidni Arfa Maulana (4122600304) - Mahasiswa Pancasakti Tegal. Dosen Pengampu: Sumarno, S.E., M.Si.