Radartegal.com – Ada 4 masjid dengan arsitektur terunik di Jawa Tengah yang pas untuk wisata religi Anda. Tempatnya bukan hanya sekedar tempat ibadah umat Muslim, namun dari segi eksteriornya memberikan kesan yang berbeda.
Masjid arsitektur terunik di Jawa Tengah ini terbuka untuk umum. Bisa menjadi latar foto Anda khususnya yang pecinta fotografi dengan nuansa yang lebih berbeda.
Sejumlah masjid arsitektur terunik di Jawa Tengah ini memadukan antara akulturasi Jawa dengan Buddha, bahkan hingga perpaduan Eropa. Inilah yang membuatnya makin unik dan menarik untuk dimasukan ke itinerary wisata religi.
Berikut 4 masjid dengan arsitektur terunik di Jawa Tengah yang bisa jadi referensi Anda. Lebih dari sekedar tempat ibadah biasa!
BACA JUGA: 3 Destinasi Utama di Jawa Tengah Paling Sering Dikunjungi Turis Asing
BACA JUGA: Kota di Jawa Tengah dengan Peninggalan Belanda Terbanyak, Pernah Datang?
4 masjid dengan arsitektur terunik di Jawa Tengah
Jawa Tengah memiliki banyak pilihan wisata unik, termasuk tempat ibadah yang bisa dikunjungi oleh khalayak umum. Contohnya beberapa masjid di bawah yang cukup unik.
1. Masjid Menara Kudus (Masjid Al-Aqsa)
Wisata religi unik di Jawa Tengah satu ini wajib untuk Anda kunjungi saat ke Kudus. Masjid Menara Kudus adalah contoh akulturasi budaya Islam dan Hindu-Buddha yang paling mencolok.
Masjid ini dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi. Bentuknya mirip candi peninggalan Hindu-Buddha, dengan atap bersusun khas bangunan Jawa kuno.
Lokasi: Kauman, Kota Kudus.
2. Masjid Agung Demak
Masjid arsitektur terunik di Jawa Tengah berikut ini adalah yang tertua di Indonesia, peninggalan Kesultanan Demak. Arsitekturnya mengadaptasi gaya tradisional Jawa (Joglo) yang sarat makna.
BACA JUGA: 10 Daerah Paling Dingin di Jawa Tengah, Favorit Pemburu Kabut dan Udara Pegunungan
Atap utamanya berbentuk limas tajug tumpang tiga (bersusun tiga) yang melambangkan tiga tingkatan akidah Islam: Iman, Islam, dan Ihsan. Di dalamnya ada empat tiang utama (Saka Guru), yang salah satunya konon terbuat dari serpihan kayu (saka tatal) yang dibuat oleh Sunan Kalijaga.
Lokasi: Bintoro, Demak.