Radartegal.com – Ada 4 mitos legendaris tentang Telaga Warna di Dieng yang sudah turun temurun. Lebih dari sekedar objek wisata, ternyata dibalik keindahannya ada cerita yang menarik dan sudah jadi kepercayaan warga setempat sejak lama.
Mitos legendaris Telaga Warna Dieng ini sudah populer dan tidak jarang masih ada yang percaya sampai sekarang. Sebagian besar mitosnya berkaitan dengan perubahan warna di telaga ini yang kadang menjadi biru, hijau atau kuning.
Itu yang menjadi salah satu mitos legendaris Telaga Warna Dieng paling terkenal. Meski jika dilihat dari segi ilmiah, perubahan warnanya akibat kandungan belerang yang tinggi.
Namun tidak sedikit yang mengaitkan dengan beberapa fenomena yang diluar penjelasan sains. Berikut 4 mitos legendaris Telaga Warna di Dieng yang sering terdengar.
BACA JUGA: 5 Fakta Menarik Dieng yang Jarang Diketahui Wisatawan
BACA JUGA: 5 Wisata Murah di Dieng Buat Kaum Low Budget tapi Tetap Berkesan
4 mitos legendaris Telaga Warna di Dieng
Telaga Warna jadi salah satu destinasi utama yang pasti dituju pelancong, terutama mereka yang datang dari luar kota. Selain menawarkan keindahannya, ada beberapa cerita dibalik itu dan sudah jadi kepercayaan dari masa ke masa.
1. Air Mata Sang Ratu dan Kalung Permata
Cerita mistis tentang Telaga Warna Dieng yaitu konon airnya berasal dari air mata Dewi Gilang Rukmini. Dulunya ada kerajaan bernama Kerajaan Kutatanggeuhan yang dipimpin oleh Prabu Suwartalaya.
Sang Raja memiliki putri semata wayang bernama Dewi Gilang Rukmini yang manja dan angkuh. Konon, saat putrinya berulang tahun ke-17, Putri tersebut menolak dan membuang kalung permata indah pemberian rakyatnya ke lantai istana.
Ratu yang sedih menangis histeris akhirnya air matanya melimpah dan bercampur dengan pecahan permata di lantai istana meluap. Akhirnya sampai menenggelamkan kerajaan dan membentuk telaga.
BACA JUGA: 3 Penginapan Dieng dengan Private Pool dan Panorama Pegunungan yang Memukau
BACA JUGA: 3 Pilihan Wisata di Wonosobo Selain Dieng yang Cocok untuk Healing
Dari sinilah asal mula mitos legendaris Telaga Warna Dieng, yang konon warna-warni air telaga diyakini berasal dari pantulan warna permata kalung yang dibuang sang Putri.
2. Telaga sebagai Cerminan Diri Manusia
Di samping Telaga Warna, ada Telaga Pengilon (Telaga Cermin) yang airnya jernih dan tenang. Warga setempat percaya bahwa keberadaan kedua telaga ini memiliki makna filosofis yang mendalam.
Telaga Warna yang airnya bisa berubah-ubah melambangkan berbagai sifat dan unsur hawa nafsu yang ada pada diri manusia. Sementara Telaga Pengilon yang airnya sangat jernih, diibaratkan seperti kaca untuk melihat sisi baik dan buruk diri sendiri.