Pasca Banjir Bandang Guci, Pemkab Tegal Percepat Perbaikan Jembatan dan Sarpras
TINJAU - Kepala Dinas Porapar Kabupaten Tegal meninjau kawasan wisata Guci dan memastikan perbaikan infrastruktur terdampak banjir bandang.-Hermas Purwadi-
SLAWI, radartegal.com – Pemerintah Kabupaten Tegal bergerak cepat memastikan perbaikan infrastruktur di kawasan Wisata Guci pasca diterjang banjir bandang. Kerusakan yang meliputi sejumlah jembatan dan sarana prasarana penunjang Wisata menjadi prioritas utama untuk segera ditangani.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal Ahmad Uwes Qoroni menjelaskan bahwa skema anggaran untuk perbaikan telah disiapkan sesuai dengan skala kerusakannya.
Skema Anggaran Perbaikan Infrastruktur Guci
Untuk mempercepat pemulihan akses wisata, Pemkab Tegal membagi sumber pendanaan menjadi dua jalur:
- Jembatan Curug Jedor: Akan diperbaiki menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) karena sifatnya yang mendesak.
- Jembatan Pancuran 5 dan Pancuran 13: Direncanakan menggunakan anggaran reguler.
BACA JUGA: Ironis! Warga dan Wisata Guci Tegal di Lereng Gunung Slamet Justru Krisis Air Bersih
BACA JUGA: Perbaiki Infrastruktur Wisata Guci yang Rusak, Pemkab Tegal Siapkan Rp4 Miliar
“Untuk Curug Jedor akan ditangani melalui BTT, sedangkan Pancuran 5 dan Pancuran 13 menggunakan anggaran reguler,” ujar Uwes saat ditemui di GOR Trisanja Slawi, Jumat 6 Februari 2026.
Upaya Penggratisan Kembali Pancuran 13
Terkait pengelolaan Pancuran 13 yang saat ini berada di bawah kewenangan BKSDA Jawa Tengah, Pemkab Tegal telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Langkah ini bertujuan agar pengelolaan Pancuran 13 dapat dialihkan ke Pemerintah Daerah. Aspirasi utamanya adalah agar akses masuk ke Pancuran 13 kembali digratiskan bagi masyarakat dan wisatawan.
“Bupati Tegal beserta jajaran sudah menghadap langsung ke kementerian. Mudah-mudahan Pancuran 13 bisa kembali gratis seperti sebelumnya,” tambah Uwes.
BACA JUGA: Jembatan Wisata Guci Ambruk, DPRD Tegal Desak Perbaikan Cepat Pakai Dana BTT
BACA JUGA: Kawasan Wisata Guci Tegal Tetap Buka, Tiket Masuk Digratiskan Selama Sepekan
Penataan Distribusi Air Panas yang Transparan
Selain masalah retribusi, Disporapar juga mendorong pembenahan sistem distribusi air panas di kawasan tersebut. Uwes menekankan pentingnya transparansi dan ketertiban agar manfaat air panas alami Guci bisa dirasakan merata oleh masyarakat sekitar, hotel, hingga vila.
Sebagai solusi teknis, pihak dinas menyarankan pembangunan:
- Kolam Penampungan Air Panas: Sebagai sentral distribusi di Pancuran 13.
- Sistem Perpipaan Teratur: Agar penyaluran air panas lebih rapi, layak, dan bertanggung jawab.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA Pemalang untuk menyampaikan aspirasi warga. Harapannya, pengelolaan yang selama ini dinilai kurang transparan bisa diperbaiki total,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


