Radartegal.com - Pekalongan, yang dijuluki sebagai "Kota Batik Dunia" oleh UNESCO, menyimpan banyak pusat kerajinan batik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga destinasi wisata edukasi.
Salah satunya adalah Sentra Batik Pringgodani, sebuah kawasan yang mengajak pengunjung untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan batik, mulai dari tahap perencanaan motif hingga kain siap pakai.
Mengutip dari Indonesia Travel, Pekalongan telah lama menjadi pusat perkembangan batik di Indonesia dengan corak dan warna yang khas.
Di Pringgodani, pengalaman ini tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan oleh pengunjung melalui program interaktif yang mereka sediakan.
BACA JUGA: Memahami Simbolisme di Setiap Mot if Batik Tegal yang Khas
BACA JUGA: 5 Warisan Budaya Pekalongan yang Mulai Terlupakan, Kota Batik Butuh Regenerasi?
Aktivitas edukasi yang menarik
Tur Dapur Produksi Batik
Bagi pengunjung yang penasaran bagaimana batik dibuat, Pringgodani membuka pintu rumah produksinya. Tur ini memungkinkan pengunjung melihat secara langsung proses pembuatan batik cap maupun batik tulis.
Mulai dari penggambaran pola, pencantingan lilin, pewarnaan, hingga proses pelorodan (menghilangkan lilin dari kain) bisa diamati secara detail.
Menurut penjelasan dari Kompas Lifestyle, melihat langsung proses membatik memberi pemahaman mendalam akan ketelitian dan kesabaran yang dibutuhkan seorang pembatik. Hal ini sekaligus menumbuhkan rasa hormat pada karya seni yang sarat makna ini.
Workshop Membatik
Salah satu daya tarik utama di Sentra Batik Pringgodani adalah lokakarya membatik yang terbuka untuk semua usia. Peserta akan dibimbing oleh perajin berpengalaman, mulai dari membuat pola dengan canting, mengatur tekanan lilin, hingga teknik pewarnaan.
BACA JUGA: 9 Motif Batik Langka dari Pekalongan yang Hanya Bisa Ditemukan di Jawa Tengah
BACA JUGA: Ini Kelebihan Batik khas Tegal daripada Batik Pekalongan, Budaya Leluhur yang Wajib Dilestarikan
Kegiatan ini tak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi keterampilan baru. Hasil karya yang dibuat selama workshop dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Dikutip dari Detik Travel, pengalaman membatik langsung membuat wisatawan lebih memahami bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi sebuah karya seni yang memerlukan dedikasi tinggi.
Pengenalan Nilai Budaya
Selain belajar teknik, peserta juga akan diperkenalkan pada filosofi di balik motif batik Pekalongan. Misalnya, motif Jlamprang yang merepresentasikan keseimbangan hidup, atau motif Buketan yang terinspirasi dari keindahan bunga.