5 Warisan Budaya Pekalongan yang Mulai Terlupakan, Kota Batik Butuh Regenerasi?
ALUN-ALUN - Berikut lima tradisi budaya Pekalongan yang perlahan dilupakan.-(Foto: Ranta Wirawan/radartegal.com)-
PEKALONGAN, radartegal.com - Ini dia beberapa warisan budaya Pekalongan. Kota yang terletak di pesisir utara Jawa Tengah, telah lama mendapat predikat sebagai “Kota Batik”.
Gelar ini bukan sekadar julukan, melainkan identitas budaya yang telah mengakar kuat dalam sejarah masyarakatnya.
Namun, di balik ketenaran batik, tersimpan kekhawatiran, berbagai warisan budaya khas Pekalongan justru mulai dilupakan, terutama oleh generasi muda yang kini lebih dekat dengan teknologi ketimbang tradisi.
Berikut adalah lima warisan budaya dari Pekalongan yang perlahan memudar pamornya. Simak penjelasannya di artikel berikut ini.
BACA JUGA: 7 Monumen Ikonik di Tegal yang Menyimpan Nilai Sejarah dan Budaya Lokal
BACA JUGA: Gen Z Jarang Ada yang Tahu Budaya Kentrung khas Jawa Tengah, Ini Penjelasannya
Warisan budaya Pekalongan
1. Batik Tulis Pekalongan
Batik Pekalongan dikenal luas dengan motifnya yang cerah, dinamis, dan banyak mengadopsi pengaruh luar seperti budaya Tionghoa, Arab, bahkan Eropa. Motif seperti buketan, jlamprang, dan flora-fauna menjadi ciri khas yang memperkaya khazanah batik nasional.
Namun, warisan ini kini berada di persimpangan. Menurut laporan Kompas, jumlah pembatik tulis muda di Pekalongan terus menurun, tergeser oleh produksi batik printing dan cap yang lebih cepat dan murah.
Sementara batik tulis membutuhkan ketekunan tinggi dan waktu yang lama, minat anak muda pun merosot karena dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi.
2. Tradisi Syawalan
Syawalan merupakan tradisi khas masyarakat Pekalongan yang digelar seminggu setelah Idul Fitri. Tradisi ini biasanya dilakukan di Pantai Slamaran, dengan ritual pembersihan diri secara simbolis dan doa bersama untuk keberkahan hidup.
BACA JUGA: Bukan Camilan, 2 Oleh-oleh khas Tegal Ini Justru Sarat Makna Budaya
BACA JUGA: Sate Blengong, Kuliner khas Brebes yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Namun dalam satu dekade terakhir, perayaan Syawalan mulai kehilangan pesonanya. Banyak keluarga muda lebih memilih mengisi waktu libur dengan staycation atau berbelanja, ketimbang mengikuti ritual spiritual dan budaya lokal.
3. Sedekah Laut
Sebagai kota pesisir, masyarakat nelayan Pekalongan dahulu rutin menggelar Sedekah Laut. Dalam upacara ini, sesaji berupa hasil bumi dan makanan tradisional dilarung ke laut sebagai bentuk syukur dan doa keselamatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
