Jalur Pekalongan-Sragi yang Terendam Banjir Terus Dinormalisasi, PT KAI: Tak Ada Pembatalan Perjalanan Kereta
LEWAT - Jalur Pekalongan-Sragi kini sudah bisa dilewati kereta api--
SEMARANG, radartegal.com - Upaya normalisasi jalur Pekalongan-Sragi yang terendam banjir masih terus dilakukan. Jalur itu, saat ini sudah bisa dilalui kereta api meski dengan kecepatan terbatas, yakni 40 km/jam.
Lantaran jalur sudah bisa dilalui kereta api meski dengan kecepatan terbatas, PT KAI Daop IV menegaskan tidak ada pembatalan perjalanan. Seluruh perjalanan kereta kini bisa dilakukan menggunakan lokomotif dinas masing - masing.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan pihaknya terus melakukan upaya percepatan normalisasi jalur kereta api pada petak jalan Stasiun Pekalongan - Sragi tepatnya di KM 88. proses pemulihan menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, genangan air yang sebelumnya terjadi pada jalur hulu dan hilir telah berhasil ditangani. Sehingga seluruh perjalanan kereta api kini kembali dapat melintas menggunakan lokomotif dinas masing - masing.
BACA JUGA: 108 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan, Imbas Banjir di Pekalongan
"Hari ini, jalur tersebut tetap dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas maksimal 40 km/jam. Serta tidak ada pembatalan perjalanan kereta," katanya, Kamis, 22 Januari 2026 melalui siaran persnya.
Menurut Luqman, pembatasan kecepatan 40 km/jam baik alur hulu maupun hilir dilakukan ambil menunggu kecukupan pemadatan balas. Serta perbaikan geometri rel agar kembali sesuai dengan standar keselamatan perjalanan kereta api.
Dalam penanganan di lapangan, KAI Daop 4 Semarang telah mengerahkan 4 unit Kereta Penolong Jalan Rel (KPJR) dan ratusan tenaga kerja yang bekerja secara intensif selama 24 jam. Upaya normalisasi dilakukan melalui ecer balas, pengangkatan jalur secara manual dan rencana pemecokan menggunakan alat berat apabila kondisi lapangan memungkinkan.
"KAI Daop 4 Semarang juga menargetkan peninggian jalur kereta api hingga 50 cm dari kondisi sebelumnya. Itu, dilakukan guna meningkatkan ketahanan prasarana terhadap potensi genangan air di kemudian hari," lanjut Luqman.
BACA JUGA: Hulu dan Hilir Jalur Kalibodri - Kaliwungu Sudah Bisa Dilalui Kereta Api
BACA JUGA: Malam Tahun Baru, Calon Penumpang Kereta Api Diimbau Datang Lebih Awal
Luqman menambahkan selama proses normalisasi berlangsung, dampak operasional yang masih ada yakni kelambatan perjalanan kereta api. Namun, itu masih dalam batas yang sangat terkendali.
“Kelambatan yang terjadi berkisar antara 1 hingga 6 menit, dan terus kami upayakan agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

