Filosofi di Balik Manisnya Wingko Babat dari Semarang

Jumat 08-08-2025,20:30 WIB
Reporter : Aditya Saputra
Editor : Teguh Mujiarto

Prosesnya relatif sederhana namun membutuhkan ketelitian: adonan diolah hingga rata, dibentuk bundar atau kotak kecil, lalu dipanggang atau dipanggang di atas wajan datar sampai permukaan berwarna kecokelatan.

BACA JUGA: Telur Asin Bakar, Oleh-oleh Unik khas Brebes yang Tak Ada Duanya

BACA JUGA: Bukan Camilan, 2 Oleh-oleh khas Tegal Ini Justru Sarat Makna Budaya

Teknik tradisional inilah yang memberi aroma bakar khas dan tekstur kenyal yang membuatnya digemari. Resep-resep rumah tangga dan varian modern kini tersebar luas dari versi polos hingga yang diberi rasa pandan atau cokelat. 

Oleh-oleh dan Identitas Kota

Perkembangan pariwisata membuat wingko tampil sebagai oleh-oleh ikonik di beberapa kota, terutama Semarang. Produsen lokal skala rumahan hingga industri kecil memasarkan wingko dalam kemasan cantik sehingga mudah dibawa pulang oleh wisatawan.

Sementara itu, penelitian akademis dan tulisan media massa terus mengangkat wingko sebagai contoh bagaimana makanan tradisional berevolusi mengikuti pergerakan manusia dan dinamika budaya setempat. 

Menikmati sepotong wingko berarti merasakan lapisan sejarah dan filosofi yang membuatnya tetap relevan di meja makan masyarakat Indonesia hingga kini.

BACA JUGA: Cara Bikin Bawang Goreng Renyah, Oleh-oleh khas Brebes yang Wajib Anda Bawa Pulang

BACA JUGA: 8 Oleh-oleh khas Pemalang yang Wajib Dibawa Pulang, Lezat dan Penuh Cita Rasa Tradisional

Demikian informasi tentang sejarah singkat dari wingko babat khas Semarang. Temukan banyak informasi sejarah di Jawa Tengah lainnya hanya di Radar Tegal Online.

Kategori :