Dalam survei dari DetikFood, nasi goreng menjadi salah satu kuliner malam paling diminati di Indonesia, terutama bila dimasak dengan cara tradisional seperti penggunaan bara arang.
4. Warung Sego Rakyat Mbah Ibah
Sudah berdiri sejak 1992, warung ini menyajikan menu rumahan khas Pekalongan seperti nasi megono, sayur lodeh, dan sambal terasi.
BACA JUGA: Batibul dan Balibul, Sate Kambing Muda Khas Tegal yang Diburu Penikmat Kuliner
BACA JUGA: Dua Ikon Kuliner Pantura, Ini Perbedaan Sate Loso Pemalang dan Sate Kambing Tegal
Semua menu dibanderol sangat terjangkau, mulai dari Rp8.000. Tempatnya sederhana, namun selalu ramai karena cita rasanya yang otentik dan porsinya yang cukup mengenyangkan.
5. Garang Asem H. Masduki & Soto Tauto Bang Dul
Kedua tempat ini merupakan ikon kuliner Pekalongan yang menawarkan cita rasa lokal dengan harga ramah dompet.
Garang asem ayam atau sapi disajikan dengan kuah asam pedas khas, sementara Soto Tauto menawarkan kuah kental berbumbu tauco yang unik. Harga mulai dari Rp15.000, sangat cocok untuk makan siang yang nikmat.
6. Warung Masduki
Berada di kawasan strategis dekat pusat batik, Warung Masduki menyajikan beragam makanan khas Jawa seperti sop buntut, nasi megono, dan garang asem.
Tempatnya cukup luas dan nyaman, cocok untuk makan bersama teman kos. Harga berkisar Rp18.000 hingga Rp25.000, masih sangat terjangkau untuk anak muda.
BACA JUGA: Sate Blengong, Kuliner khas Brebes yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda
BACA JUGA: Nasi Megono Kuliner khas Pekalongan Punya Cita Rasa Unik, Ini Sejarahnya
7. Rumah Makan Selaras
Untuk yang ingin makan dengan suasana lebih santai dan alami, RM Selaras menyediakan area outdoor dengan menu seperti ayam bakar, ikan goreng, dan sayur asem.
Harga makanan mulai Rp16.000 per porsi. Tempat ini sering menjadi pilihan anak kos saat akhir pekan atau ketika keluarga datang berkunjung.
Kuliner Murah
Keunggulan lain dari semua tempat di atas adalah lokasinya yang strategis, bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau kendaraan umum dari kawasan wisata batik seperti Pasar Grosir Setono, Museum Batik Pekalongan, dan Alun-Alun Kota.
Pekalongan sendiri merupakan kota yang cukup kecil dan nyaman untuk dijelajahi tanpa kendaraan pribadi.
Selain sebagai bentuk penghematan, mencicipi kuliner lokal juga memberikan pengalaman wisata yang lebih berkesan. Makanan tidak hanya soal rasa, tapi juga bagian dari identitas budaya suatu daerah.