PHD Bedah Sejarah Mbah Nur Walangsanga Moga Pemalang

Senin 16-06-2025,09:00 WIB
Reporter : Kamal Hayat
Editor : Adi Mulyadi

Menurut Gus Faiz, pelajaran yang bisa diambil dan diteladani dari Mbah Nur adalah konsistensi dalam belajar dan berbuat baik terhadap sesama.

BACA JUGA:Geger Mayat Pria di Pemalang Ditemukan di Parit Tuk Tikus

BACA JUGA:Liburan Asyik Tak Perlu Boros! Cek Tempat Wisata Murah di Pemalang Ini

"Dalam kondisi apapun, bahkan pernah suatu waktu dalam kondisi hujan deras, beliau tetap datang untuk ngaji," ujarnya.

Nasab Mbah Nur

Sementara, Agus Setiyanto, pegiat sejarah lokal Pemalang mengatakan, ketokohan dan nama besar Mbah Nur ini perlu dibuatkan literasi. Supaya informasi sejarah tentangnya tidak hilang dan terdokumentasi dengan baik.

Agus mencontohkan, sampai sekarang belum jelas tentang validitas geneologi atau nasab Mbah Nur. Hal ini sebaiknya perlu ditelusuri lebih jauh oleh generasi penerus terutama oleh dzurriyahnya.

"Mbah Nur Durya bin Sayyid. Nama Sayyid itu identik nama dari Arab kan, bukan nama Jawa. Jangan-jangan Mbah Nur ini keturunan Arab, Yaman, atau Persia. Untuk memvalidasi itu, Gus Faiz sebagai dzurriyahnya Mbah Nur mungkin perlu ke Leiden Belanda. Barangkali ada catatan atau arsip sejarah yang menyebut Mbah Nur disana," ujarnya.

BACA JUGA:Pelepasan Siswa MTs di Pemalang Berlangsung Penuh Haru dan Kehangatan

BACA JUGA:750 Warga Desa Mendelem Pemalang Terima Sertifikat Tanah PTSL

Ditambahkan Agus, sebagai tokoh masyarakat dan ulama besar yang hidup di era sebelum dan sesudah kemerdekaan, jejak Mbah Nur dalam masa penjajahan Belanda dan Jepang juga belum jelas. Karena kebanyakan tokoh dan ulama berpengaruh pada waktu itu menjadi target sasaran kolonial.

"Apakah Mbah Nur ini pejuang kemerdekaan, atau pernah dikejar dan ditangkap oleh penjajah, ini kan belum jelas informasinya. Nah, ini perlu dicek ke Leiden sama Gus Faiz," tambahnya.

Kategori :