Gelar Workshop Terkait Penelitian, IBN Tegal Sengaja 'Provokasi' Dosennya

Minggu 03-12-2023,21:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Khikmah Wati

RADAR TEGAL- Sengaja 'memprovokasi' dosennya, Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal menggelar workshop dengan tema Digitalisasi Hasil Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Karya Ilmiah Dosen, Sabtu 2 Desember 2023. Kegiatan itu dipusatkan di Aula Perpustakaan IBN Tegal.

Hal ini secara terbuka diungkap Rektor IBN Tegal Dr. Saepudin, M.A. Dia mengatakan, acara workshop yang dia gelar memang sengaja dilaksanakan untuk ‘memprovokasi’ para dosen IBN Tegal. 

'Provokasi' tersebut ditujukan bagi dosen IBN Tegal yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di bawah naungan Kemenag, untuk meningkatkan kreativitas Tri Darma Perguruan Tinggi.

Terlebih, saat ini Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, sangat memperhatikan dan berpihak kepada kehidupan Tri Darma PTKIS. Hal ini bisa dilihat dari naiknya jumlah penerima sertifikasi dosen.

BACA JUGA:Bupati Umi Azizah Sebut IBN Tegal Ikut Serta Tingkatkan IPM: Saat Ini Nilainya 69,53

Selain itu bertambahnya anggaran penelitian, pengabdian dan publikasi ilmiah, sarana dan prasarana serta bertambahnya kuota beasiswa KIP kuliah bagi mahasiswa PTKIS.

Dalam kegiatan itu, IBN menghadirkan narasumber Muhammad Aziz Hakim MH, selaku kepala Sub Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Litapdimas) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

“Kami berterimakasih atas kesediaan Bapak Kasubdit Litapdimas membersamai para dosen IBN Tegal. Ini akan mencerahkan kami untuk menyongsong era baru di IBN dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi,” kata Saepudin.

Keberpihakan harus disambut dengan serius

Sementara itu, Muhammad Aziz Hakim, dalam paparannya menjelaskan beberapa kebijakan terkait penelitian, pengabdian kepada masyarakat.  Menurutnya, keberpihakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam ini harus disambut dengan serius.

BACA JUGA:IBN Tegal Mendadak Didatangi Kasubdit Diktis Kemenag RI, Ada Masalah?

Para dosen dalam menyusun proposal penelitian maupun pengabdian hendaknya merujuk pada tema Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) 2018-2028 yang meliputi beberapa tema.  Pertama, studi Islam yang meliputi teks suci dalam agama-agama Syari’ah, hukum dan peraturan perundang-undangan pengembangan khazanah pesantren pengembangan pendidikan.

Kemudian yang kedua, tentang pluraslisme dan keragaman. Yaitu meliputi tema tentang agama, negara dan masyarakat, serta keragaman dalam etnis, budaya, sosial dan tradisi.

Ketiga tentang integrasi keilmuan. Menurut Aziz Hakim, tema ini terdiri dari pendidikan transformatif sejarah, arkeologi dan manuskrip kesejahteraan sosial dalam masyarakat pengembangan kedokteran dan kesehatan lingkungan serta pengembangan teknologi. 

Sedangkan yang keempat tentang kemajuan global. Aziz menjelaskan, hal ini meliputi studi kawasan dan globalisasi isu jender dan keadilan pengembangan ekonomi dan bisnis berbasis syari’ah generasi millenial dan isu-isu keislaman.

Kategori :