Kearifan Budaya Lokal Suku Tengger Bromo, Sistem Penanggalan Tahun Saka Hingga Tradisi Pakai Sarung

Senin 31-07-2023,20:54 WIB
Reporter : Suryatiningsih
Editor : Suryatiningsih

RADARTEGAL.DISWAY.ID -Suku Tengger, penduduk  asli  yang  tinggal di kawasan Pegunungan  Semeru Tengger, Bromo terletak di Jawa Timur. Tepatnya menetap area Taman Nasional Semeru Tengger Bromo, kemudian dalam perkembangannya  suku Tengger ini dikenal sebagai Wong Tengger,  Wong Bromo atau Orang  Bromo.

Masyarakat   suku Tengger tidak hanya  tinggal   dalam   kawasan pegunungan saja,  ternyata suku ini telah menyebar ke beberapa   daerah disekitarnya .   Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang   dan Kabupaten Pasuruan adalah beberapa daerah yang sebagian penduduknya mayoritas   suku Tengger

Gaya hidup   khas suku   Tengger yang berbeda dan tidak biasa membuat   semua orang penasaran.Kearifan budaya   lokal suku   Tengger terbentuk yang diduga dahulu   berasal keturunan pengungsi Kerajaan Majapahit.

Mereka keturunan   kerajaan Majapahit   membuat    kebudayaan, bahasa sendiri,   gaya hidup hingga kepercayaan   lain. Bahkan   mereka juga   memiliki sistem penanggalan sendiri yang disebut sistem penanggalan tahun saka. Hal itu membedakan  dari masyarakat Jawa Timur pada umumnya   begitu unik dan khas  

Bahasa   Suku   Tengger

Salah satu kearifan budaya   lokal suku   Tengger yang menarik adalah   bahasa Jawa-Tengger.   Gaya bahasa Jawa-Tengger berbeda dari   bahasa Jawa pada umumnya. Meski   mereka   memakai   Jawa   ngoko   maupun kromo tetapi   lebih   condong ke bahasa   Kawi yang terlihat   penggunaan ingsun   untuk aku   perempuan atau eyang   panggilan laki-laki

Bahasa Kawi dalam hal ini adalah bahasa   Jawa kuno yang diduga dipakai   komunikasi sehari-hari khas Tengger. Bahasa Kawi tersebut diyakini sebagai bahasa   dan dialek   asli masyarakat   Majapahit di masa lalu.

Rumah Adat   Suku   Tengger

Tidak hanya   bahasa Kawi saja   yang jadikan   budaya lokal   yang dipertahankan sampai kini. Rumah adat   pun masih dapat   dijumpai di sini terutama lereng gunung   Bromo melansir probolinggokab.go.id terbuat dari kayu.

Rumat adat   Suku Tengger berbeda dalam proses pembangunannya   lebih alami menyesuaikan alam sekitar nyaman untuk   ditempati.Model rumah tidak berbentuk rumah   tingkat atau panggung   dengan ciri khas dua jendela.

Sistem Penanggalan   Tahun Saka

Hal menarik dari kearifan budaya   lokal suku   Tengger terletak pada sistem penanggalan tahun Saka. Mengaku sebagai keturunan Kerajaan   Majapahit, mereka tidak saja memilikii gaya   bahasa sediri.   Sistem penanggalan pun juga berbeda dari suku Jawa   di Jawa Timur yaitu sistem penanggalan tahun Saka.

BACA JUGA:Mengungkap 5 Misteri dan Mitos Jembatan Suramadu, Pekerja Korea Terlibat dalam Pembangunan?

Sistem penanggalan yang   mengadopsi   penanggalan Hindu yang mirip   tradisional Jawa   maupun   Bali.   Dari   12 penanggalan Kasa ada Karo, Katiga, Kasanga, Kasadha    hingga   Dhesta.

Kebiasaan Pakai Sarung Tenun Goyor

Fakta   unik suku Tengger   tidak kalah menarik kebiasaan memakai   kain sarung tenun goyor. Gendong diartikan bahwa kain tenun goyor digunakan untuk menggendong anak atau membawa suatu barang.

Sembong dalam   makna   mengikut perut, sedangkan Kaweng memiliki arti menghangatkan tubuh. Adalah beberapa fungsi   dari sarung yang biasa dipakai wong Tengger dengan alasan bahan halus, tidak kaku dan terkesan   jatuh.

Penggunaan   sarung dalam masyarakat Tengger   seolah sudah menjadi peraturan tidak tertulis. Peraturan yang wajib dipatuhi oleh setiap masyarakat Tengger baik tua,muda, laki-laki dan perempuan

Motf sarung beragam dan cara   menggunakannya   berbeda-beda kemudian jenis   tenun biasanya    adalah tenun goyor.Bentuk geometris   seperti bujur sangkar,   belah   ketupat   dan lingkaran selanjutnya motif   bunga   hingga daun.

Alasan Suku Tengger bukan pengganti jaket mengusir hawa dingin saja yang   selalu menyelimuti   kawasan Gunung Bromo. Kemudian juga   kebiasaan yang sudah turun temurun dari generasi ke generasi sekaligus identitas   suku   Tengger.

Demikian tadi   ulasan singkat mengenai kearifan budaya   lokal suku Tengger   yang   masih   eksis   sampai saat   ini.   Bahasa   Tengger kemudian   juga kebiasaan memakai   sarung di   kalangan masyarakat yang memicu beragam mitos terkait   sarung   yang   digunakan dalam kehidupan sehari-hari.*

 

 

Kategori :