Bantuan Bencana Angin Puting Beliung Satu Pintu, Umi Azizah: Belajar dari Pengalaman

Senin 25-10-2021,16:13 WIB

Bantuan untuk korban angin puting beliung di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal harus satu pintu. Sehingga tidak ada bantuan yang menumpuk atau salah sasaran.

Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, dirinya sudah mendatangi Desa Cerih usai dilanda bencana puting beliung, Sabtu (23/10) pagi. Dirinya meminta ada pendataan cepat rumah terdampak bencana dan memerintahkan camat setempat membuat posko terpadu di Balai Desa Cerih. 

"Kita harus belajar dari pengalaman, maka untuk mencegah disharmoni pengalokasian dan pendistribusian bantuan, datanya harus satu pintu," katanya. 

Bantuan dari mana saja, tambah Umi Azizah, harus masuk ke posko terpadu supaya pencatatannya efektif. 

Siapa butuhnya apa, sudah dapat apa saja, semuanya terdata. Jadi tidak ada saling berebut bantuan, atau bantuan menumpuk di salah satu tempat. Kepada warga terdampak bencana, dirinya juga berpesan supaya ikhlas dan sabar menerima musibah. 

"Saya mengingatkan agar warga senantiasa waspada dan berhati-hati pada fenomena cuaca ekstrem. Cuaca panas di pagi hari serta hujan yang hanya turun di sore hari perlu diwaspadai," tambahnya.

Di sini, lanjut Umi Azizah, dirinya menyampaikan apresiasinya pada jajaran forum komunikasi pimpinan Kecamatan Jatinegara yang bergerak cepat memobilisasi sumber daya yang ada, termasuk jalinan koordinasinya dengan Pemerintah Desa Cerih, Penyalahan, Sumbarang, Argatawang dan Kedungwungu.

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada relawan Unit Bantuan Pertolongan Pramuka (Ubaloka) Kwarcab Tegal, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Ormas Lindu Aji yang sigap dan bergerak cepat membantu pembersihan lokasi serta mendata kerusakan. 

Di sini dirinya melihat keswadayaan dan kegotong-royongan masyarakat membantu warga yang tertimpa bencana sangat tinggi. Semangat inilah yang harus dijaga, dirawat dan ditumbuhkan lewat aksi tanggap darurat bencana dan peduli sosial. 

Selain itu, dirinya juga meminta agar sistem kewaspadaan dini masyarakat harus lebih ditingkatkan, seperti perambasan pohon yang sudah menjulang tinggi dan berpotensi roboh menimpa rumah, jalan dan fasilitas umum lainnya. 

Kemudian gorong-gorong atau saluran air yang tersumbat sampah maupun sedimentasi tanah bisa segera dibersihkan dengan kerja bakti. 

"Semoga bantuan ini bermanfaat untuk masyarakat," harapnya. (guh)

Tags :
Kategori :

Terkait