Bertambah 15, Total Suspek Campak di Brebes Jadi 217 Orang
Dinkesda Brebes saat melakukan rapat dalam penanganan campak di Brebes.(istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Kabupaten BREBES menjadi salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak. Saat ini, jumlah warga BREBES yang suspek Campak mencapai 217 orang.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes dr. Heru Padmonobo saat dikonfirmasi Radar Tegal Online, Selasa 7 April 2026.
Heru menyampaikan, data per hari ini suspek ada 217 orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan beberapa hari yang lalu yang hanya 202 orang.
"Walaupun KLB, tapi yang positif itu hanya satu orang yang dirawat. Lainnya suspek," ungkapnya.
BACA JUGA: 4 Pasien Suspek Campak di Brebes Dirawat di RSUD
BACA JUGA: 202 Warga di Brebes Suspek Campak, Ini Kata Dinas Kesehatan
Dia menerangkan, untuk saat ini warga yang positif campak dirawat di RS Raffa Majenang Cilacap. Hal ini dikarenakan yang positifnya kebetulan berada di wilayah Brebes selatan.
Dalam Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, Dinkesda Brebes melakukan beberapa langkah. Di antaranya, melakukan imunisasi kejar (catch-up) campak bagi yang belum lengkap.
"Jadi beberapa langkah sudah kita lakukan dalam penanggulangan ini," ujarnya.
Langkah selanjutnya, kata dia, yakni penanganan kasus dan isolasi: Isolasi mandiri selama empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul untuk mencegah penularan.
BACA JUGA: Di Tegal Kasus Penyakit Jantung dan Gagal Ginjal Naik Drastis
BACA JUGA: Korban Tanah Bergerak Padasari Tegal Mulai Diserang Penyakit: Batuk hingga Diare
"Kemudian pemberian Vitamin A dosis tinggi sesuai anjuran dokter untuk mencegah komplikasi berat," terangnya.
Masih kata dia, langkah selanjutnya yaitu, Surveilans dan Investigasi. Yakni, penyelidikan epidemiologi segera dilakukan maksimal 24 jam setelah laporan suspek, termasuk pemeriksaan spesimen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


