Potret Kampung Tirang Kota Tegal, Terbatasnya Akses Hingga Kondisi Warganya yang Belum Sejahtera

Potret Kampung Tirang Kota Tegal, Terbatasnya Akses Hingga Kondisi Warganya yang Belum Sejahtera

kondisi kampung tirang kota tegal--

TEGAL,radartegal.id- Kota tegal yang berada di pesisir utara Jawa Tengah dan dikenal dengan julukan Kota Bahari ini. Ternyata memiliki perkampung terpencil dengan kondisi yang memprihatinkan yang aksesnya terbatas. Kampung tersebut Bernama kampung Tirang.

Kondisi Kampung Tirang yang terisolasi memiliki luas 13,581 meter persegi di tengah muara yang berlokasi di pesisir utara Kota Tegal, Jawa Tengah. Ditengah-tengah kemajuan kota tegal ternyata kampung tirang  bertahun-tahun terisolasi dari keramaian dan terbelenggu kemiskinan.

kondisi kampung tirang yang memprihatinkan, dikarenakan wilayahnya yang terpisah oleh sungai dengan wilayah pemukiman lainnya yang berada di satu kelurahan. Sungai tersebut merupakan akses kapal dan perahu nelayan yang pulang dan pergi melaut.

Kondisi perumahan yang berada di kampung ternyata dibuat dengan dinding dari potongan kayu dan papan serta lantainya masih berupa tanah. Sedangkan bagian atapnya ada yang menggunakan seng.

BACA JUGA: Menjadi Tujuan Wisata Budaya, Berikut fakta Menarik Kampung Jalawastu di Brebes

BACA JUGA: Ditantang Berinovasi Bangun Kampung Pramuka, Begini Respon Kwarcab Kabupaten Tegal 

Kondisi Kampung Tirang Kota Tegal

                                   

Salah satu warga yang tinggal di Kampung Tirang, Husein, mengaku sudah sejak tahun 2000-an tinggal di sana bersama istri dan seorang anaknya. Untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau mengakses layanan kesehatan, warga harus menyebrangi sungai menggunakan rakit atau perahu nelayan.

Meskipun ada jalan lain yang dapat dilalui tanpa menyeberang sungai, yaitu lewat Kelurahan Muarareja, namun Husein lebih memilih menggunakan rakit dan menyebrangi sungai dikarenakan jalan pada akses darat tersebut rusak. Selain itu, dia juga tidak memiliki sepeda motor dan hanya memiliki sepeda kayuh saja.

Akses listrik juga sempat tidak didapat dan baru memperoleh layanan listrik sekitar tiga tahun lalu. Husein juga mengatakan bahwa tanah yang dia tinggali merupakan tanah milik pemerintah dan dia harus bersiap diri jika sewaktu-waktu diminta untuk pindah. 

Husein juga menambahkan bahwa pemukiman ini dulu adalah tanah kosong dan dia beserta penghuni lainnya tidak membayar sewa, hanya membayar listrik saja. 

BACA JUGA: Aneh, Air Rob di Perkampungan Pinggir Pantura Tegal Berwarna Merah

BACA JUGA: Tradisi Unik yang Ada di Kampung Jalawastu Brebes, Masih Tetap Terjaga Hingga Saat Ini

Sumber: