Iklan sukun new

Jadi Tempat Workshop Pengelolaan Sampah, Testa Diklaim Bisa Wujudkan Merdeka Sampah

Jadi Tempat Workshop Pengelolaan Sampah, Testa Diklaim Bisa Wujudkan Merdeka Sampah

Bupati Tegal Umi Azizah saat mengecek kondisi Testa di Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna.-Yeri Noveli-

ADIWERNA, radartegal.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal membangun Taman Edukasi Sampah Terpadu (Testa).

Tempat workshop pengelolaan yang baru-baru ini diresmikan Bupati Tegal Umi Azizah itu dibangun di Lapangan Desa Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna.

Testa diklaim bisa mewujudkan visi merdeka sampah di Kabupaten Tegal. Anggaran pembangunan Testa bersumber dari bantuan keuangan Pemkab Tegal yang disalurkan kepada Pemerintah Desa Ujungrusi melalui program Desa Merdeka Sampah.

Testa sebagai workshop pengelolaan aneka sampah organik dan anorganik dikelola oleh komunitas pegiat Bank Sampah Bestari.

BACA JUGA:Regsosek Diklaim Bisa Mengatasi Masalah Bansos Tidak Tepat Sasaran

Bupati mengatakan, keberlangsungan fungsi Testa adalah tantangan sesungguhnya dari pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Diharapkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal melakukan pendampingan pembinaan dan dukungan terhadap pemerintah desa.

“Membangun dan meresmikan itu mudah, yang sulit justru menjaga kesinambungan fungsinya, manfaatannya mengurangi sampah. Apalagi ini letaknya di luar permukiman, jadi merawat semangat komunitas pegiat lingkungan dan bank sampah agar konsisten menjalankan perannya harus dilakukan pak Kades dan DLH,” kata Umi.

Menurutnya, program ini merupakan wujud visi Indonesia Bersih Sampah tahun 2025. Diharapkan pula juga mampu mendukung visi Kabupaten Tegal Merdeka Sampah tahun 2024.

BACA JUGA:Jalan Usaha Tani Bantuan Presiden Diresmikan, Plt Bupati Bilang Begini

“Saya berharap, melalui aksi ini akan bangkit kesadaran kolektif akan pentingnya mengelola sampah hingga tumbuh generasi-generasi yang sehat, generasi cerdas yang memilih menolak penggunaan kantong plastik saat berbelanja, memilih mengantongi sampahnya di saku celana sampai ia menemukan tempat sampah. Memilih membawa tumbler dan mengisinya dengan air isi ulang ketimbang membeli air minum dalam kemasan plastik,” kata Umi.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi mengaku sudah menyusun strategi percepatan pengelolaan sampah Kabupaten Tegal.

Di antaranya melalui sistem zonasi yang mencakup 4-5 wilayah kecamatan untuk mengurangi sampah di tingkat desa dengan cara pemilahan dan pengolahan, baru sisanya masuk ke TPA Penujah.

Direktur Bank Sampah Bestari Anni Mutafiah mengatakan jika kiprahnya di bank sampah ini sudah berjalan selama enam tahun.

Sumber: