Iklan sukun new

Brebes Longsor, 5 Rumah Warga Desa Plongpong Kecamatan Sirampog Rusak Berat

Brebes Longsor, 5 Rumah Warga Desa Plongpong Kecamatan Sirampog Rusak Berat

LONGSOR - Salah satu rumah warga di Desa Plongpong, Sirampog, Brebes, Jateng, terancam ambruk akibat pergerakan tanah. (foto: budi sujatmiko for rtc)--

BREBES, radartegal.com - Rumah warga di RT 01, RT 02, dan RT 03 Dukuh Krajan Desa Plongpong Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, Jumat 2 September 2022 rusak. Kerusakan itu terjadi akibat pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor pada pukul 13.30 WIB.

Data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Brebes Pos Bumiayu menyebutkan 5 rumah rusak berat, akibat peristiwa tersebut. Sedangkan bangunan-bangunan lainnya yang mengalami kerusakan sedang didata petugas.

Koordinator BPBD Brebes Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko mengatakan data yang diterimanya baru ada 5 rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Untuk memastikannya, Sabtu 3 Seprtember 2022 hari ini, dia bersama timnya akan menuju ke lokasi.

"Sedangkan untuk rumah yang mengalami rusak sedang dan ringan masih terus didata. Soalnya banyak banget," ujarnya.

Meski merusak sejumlah bangunan, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Dijelaskannya, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah hulu Sungai Kalikeruh.

Sehingga, papar Budi, menyebabkan berpindahnya aliran Sungai Kalikeruh ke arah selatan atau persis di bawah hunian warga di Dukuh Krajan. Kondisi inilah yang kemudian memicu terjadinya pergerakan tanah di tiga RT.

"Pergerakan tanah terjadi sudah lama dan pada tiga hari terakhir pergerakan tanah terjadi cukup extrim di RT 02 RW 01 yang menyebabkan lima rumah rusak parah dan harus mengungsi," jelasnya.

Atas kejadian tersebut, dirinya mengimbau kepada pemilik rumah terdampak, untuk segera mengungsi. Utamanya saat turun hujan, baik intensitas sedang maupun tinggi.

"Selain itu, kami juga meminta kepada warga untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam beraktivitas baik di dalam maupun luar ruangan. Apalagi sekarang cuaca sedang tidak menentu," pungkasnya. (*)

Sumber: