Kegiatan berdurasi 18 Jam Pelatihan (JP) ini memuat materi krusial. Di antaranya internalisasi nilai antikorupsi, analisis delik tindak pidana korupsi, manajemen pengendalian gratifikasi, fraud risk assessment (penilaian risiko kecurangan), hingga penyusunan rencana aksi nyata.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi antara Pemkab Tegal, KPK RI, dan Kompak API Jawa Tengah. Hadir pula perwakilan Inspektur dari enam daerah tetangga, yakni Kota Tegal, Brebes, Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, serta Batang.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Perketat Pengawasan Izin SPPIRT IRTP
BACA JUGA:Tok! Perda Perubahan APBD Kabupaten Tegal 2026 Resmi Ditetapkan
KPK Jadikan Kabupaten Tegal Percontohan Nasional
Inisiatif Pemkab Tegal merangkul pasangan pejabat mendapat apresiasi tinggi dari Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK RI.
Kepala Satuan Tugas Akademi Integritas KPK RI, Swasti Putri Mahatmi, menyebut langkah Kabupaten Tegal sebagai terobosan terdepan di Indonesia.
"Kabupaten Tegal menjadi pemerintah daerah pertama yang menginisiation kegiatan penguatan integritas kepemimpinan ini. Praktik baik dari Kabupaten Tegal ini akan kami jadikan percontohan untuk disebarluaskan ke daerah-daerah lain," ungkap Swasti.
Swasti mengingatkan bahwa wewenang besar yang melekat pada jabatan publik selalu berbanding lurus dengan tanggung jawab moral maupun hukum. Oleh sebab itu, komitmen yang diucapkan harus tercermin dalam tindakan nyata sehari-hari.
BACA JUGA:Hari Kesaktian Pancasila 2026: Wabup Tegal Ahmad Kholid Ajak ASN Kokohkan Semangat Kebangsaan
BACA JUGA:Resmi Jadi PNS, Dua Lulusan IPDN di Tegal Diminta Jaga Integritas dan Melek Teknologi
"Tanda tangan komitmen yang dibubuhkan peserta harus lahir dari hati, bukan sekadar seremoni, agar mampu membawa dampak nyata pada sistem dan organisasi," pesan Swasti menutup penjelasannya.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Mengapa Pemkab Tegal melibatkan pasangan pejabat dalam workshop integritas?
Keluarga diposisikan sebagai benteng utama pencegahan korupsi. Dukungan dan saling kontrol dari pasangan di rumah dinilai sangat efektif menjaga pejabat publik agar tetap memegang teguh integritas dalam menjalankan tugasnya.
Materi apa saja yang dipelajari dalam workshop kepemimpinan integritas Tegal 2026?
Peserta mempelajari internalisasi integritas, analisis delik pidana korupsi, pengendalian gratifikasi, penilaian risiko kecurangan (fraud risk assessment), serta penyusunan rencana aksi tindak lanjut antikorupsi.
Mengapa KPK RI menjadikan Kabupaten Tegal sebagai percontohan nasional?
Kabupaten Tegal menjadi pemerintah daerah pertama yang menginisiasi penguatan integritas kepemimpinan dengan melibatkan pasangan pejabat secara langsung, sehingga dinilai sebagai praktik baik (best practice) bagi daerah lain.