Warga Tegal Mogok Makan 7 Hari di Senayan, Kembalikan Ijazah!
MOGOK MAKAN- Dua warga Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal saat menggelar aksi mogok makan dan pengembalian ijazah di depan Gedung DPRMPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 3 November 2026. -YERI NOVELI-
Ringkasan Cepat:
- Aksi Protes Senayan: Dua warga Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal menggelar Aksi Mogok Makan Warga Tegal di Senayan selama tujuh hari (3–10 November 2026) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
- Tokoh & Lembaga Aksi: Aksi digagas Aliansi Warga Desa Indonesia yang diwakili Prima Adam (mantan Kades Jembayat periode 2017–2023) dan Urip Haryanto (Sekjen Dewan Nasional Gerakan Oposisi Indonesia/pendiri Presidium Poros Nusantara).
- Simbol Pengembalian Ijazah: Peserta aksi menyegel dan mengembalikan dokumen ijazah asli tingkat SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi (S1) kepada negara sebagai bentuk protes moral atas situasi ketatanegaraan.
- Tuntutan Utama: Mendesak DPR RI dan MPR RI menggelar Sidang Istimewa MPR guna mengevaluasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka serta memproses pemakzulan sesuai ketentuan UUD 1945.
radartegal.com- Aksi protes moral berani dan tak biasa kembali mewarnai trotoar depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta. Dua pria asal perdesaan Jawa Tengah nekat menggelar aksi bertahan hidup tanpa asupan makanan di bawah terik matahari ibu kota.
Peristiwa aksi mogok makan warga Tegal di Senayan ini dimulai secara serentak pada Selasa 3 November 2026 dan direncanakan berlangsung selama tujuh hari penuh hingga 10 November 2026 mendatang.
Aksi dramatis yang diinisiasi oleh Aliansi Warga Desa Indonesia ini tak hanya diisi dengan menahan lapar dan dahaga. Kedua aktivis daerah ini juga melakukan tindakan simbolis berupa penyegelan dan pengembalian ijazah pendidikan asli mereka—mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi (S1)—kepada negara.
BACA JUGA: Turun Gunung! Gibran dan Ahmad Luthfi Jenguk 700 Korban Keracunan MBG di Batang
BACA JUGA: Rahasia Motor Listrik Tangkas X7 New yang Dijajal Wapres Gibran
Pengembalian dokumen pendidikan formal tersebut dipilih sebagai simbol perlawanan moral paling keras atas keprihatinan mereka terhadap kondisi kehidupan demokrasi, penegakan hukum, dan sistem ketatanegaraan Indonesia saat ini.
Kronologi dan Sosok Tokoh Aksi Mogok Makan Warga Tegal di Senayan
Aksi keprihatinan di Senayan ini digerakkan oleh dua figur berpengaruh asal Kabupaten Tegal yang memiliki rekam jejak panjang dalam kepemimpinan desa dan gerakan sosial perdesaan.
Dua sosok yang nekat menggelar aksi bertahan beralaskan tikar di depan pintu gerbang parlemen tersebut adalah Prima Adam dan Urip Haryanto. Kedua tokoh ini berasal dari Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.
Prima Adam dikenal luas oleh masyarakat lokal sebagai mantan Kepala Desa Jembayat periode 2017–2023. Sementara itu, Urip Haryanto menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Gerakan Oposisi Indonesia sekaligus pendiri Presidium Poros Nusantara.
BACA JUGA: Wapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Gerak Tegal, Perintahkan Relokasi Warga Padasari Dipercepat
BACA JUGA: Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Korban Tanah Gerak di Padasari Tegal
Sejak Selasa 3 November 2026 pagi, keduanya memilih duduk bertahan di trotoar jalan raya depan kompleks parlemen. Mereka terpapar sengatan panas matahari Jakarta demi menyampaikan suara keprihatinan warga perdesaan langsung ke pusat kekuasaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


