“Air sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujarnya.
Dinkes juga mengingatkan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Warga juga dianjurkan menggunakan kelambu atau lotion anti-nyamuk untuk mencegah demam berdarah.
Di sisi lain, kualitas udara tak luput dari perhatian. Masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah serta menggunakan masker saat kondisi berdebu guna menekan risiko ISPA.
“Menjaga daya tahan tubuh juga penting, dengan konsumsi makanan bergizi, cukup minum, dan istirahat yang cukup,” imbuhnya.
Penguatan Deteksi Dini Campak
Sebagai langkah penguatan deteksi dini, seluruh fasilitas kesehatan diwajibkan melaporkan kasus suspek campak maksimal dalam 24 jam melalui Dinkes maupun aplikasi nasional seperti NAR dan SKDR.
BACA JUGA:Perbaiki Jalan Rusak yang Terbengkalai 2 Tahun, Pemuda di Karangmulya Tegal Galang Donasi
BACA JUGA:ADPD 2027 Tidak Dipangkas, Bupati Tegal: Demi Stabilitas Desa
Tak hanya itu, puskesmas dan rumah sakit juga dilibatkan aktif dalam pengiriman spesimen suspek campak sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini.
"Kami minta masyarakat tidak lengah. Karena ancaman campak dan penyakit lain di tengah cuaca ekstrem bukan sekadar isu, melainkan potensi nyata yang harus diantisipasi bersama," tutupnya.