QLola menyediakan berbagai fitur, antara lain cash and liquidity management, collection (BRIVA, auto debit, dan receivable management), pembayaran domestik dan internasional, payroll, pajak, treasury, hingga layanan trade finance.
Pendekatan terintegrasi tersebut juga didukung oleh berbagai inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas. Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah sebagai wadah penguatan kapasitas, kolaborasi, dan pengembangan usaha di tingkat lokal.
Selain itu, BRI menghadirkan LinkUMKM, platform digital yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, mitra usaha, serta akses layanan keuangan. Hingga saat ini, 14,98 juta UMKM telah memanfaatkan platform tersebut untuk memperluas jangkauan usaha dan mempercepat proses naik kelas.
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengumumkan capaian gemilang realisasi investasi nasional periode Januari–Desember 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun, atau 101,3% dari target Presiden sebesar Rp1.905,6 triliun. Kontribusi BP Batam terhadap capaian nasional ini signifikan, dengan realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target Rp60 triliun atau 15,5% di atas sasaran.
“Angka ini bukan sekedar angka tapi mencerminkan bahwa adanya kepercayaan baik itu pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Investasi ini memang sangat strategis maka kerja kami berupaya menjemput bola agar realisasi investasi ini dapat segera terlaksana,” tegas Todotua.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menganugerahkan 9 penghargaan Investment Awards kepada Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha Dalam Rangka Penanaman Modal dan diberikan langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Todotua.
Beberapa penghargaan yang diterima oleh BP Batam di antaranya Anugerah Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target Tahun 2025, Anugerah Pengembangan Iklim Investasi Tahun 2025 dan Anugerah Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target Tahun 2025 serta beberapa kategori penghargaan yang diberikan kepada para pelaku usaha.
Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan dapat memberikan dukungan menyeluruh bagi pengusaha UMKM di KPBPB Batam.
“Melalui perluasan akses permodalan dan investasi, pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok kegiatan investasi, kami berharap UMKM di Batam dapat naik kelas, menjadi penopang ekonomi lokal, dan berdaya saing di rantai nilai global,” ungkap Helvi.
Sebagai langkah awal atau pilot project, Kementerian UMKM melalui program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) akan melakukan pendampingan akses pembiayaan serta pelatihan peningkatan kapasitas usaha bagi UMKM di KPBPB Batam dalam waktu dekat.
Melalui kolaborasi strategis ini, BRI bersama BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM optimistis dapat menciptakan ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.