Pembangunan Jembatan Kalierang Cilongok Tegal Molor Sebulan, Warga Desak DPRD Bertindak
MENGADU - Sejumlah warga dan perangkat Desa Cilongok serta Desa Karangjambu, Kecamatan Balapulang, sedang mengadu ke Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, soal molornya proyek Jembatan Kalierang, Senin (2/2/2026) siang.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
SLAWI, radartegal.com - Pembangunan jembatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal molor dari jadwal yang ditentukan. Tidak tanggung-tanggung, pembangunan jembatan penghubung akses vital itu molor sebulan.
Sedianya pembangunan jembatan Kalierang Cilongok Tegal rampung pada Desember 2025 lalu. Namun hingga awal Februari 2026, pembangunan belum selesai, progresnya baru 80 persen.
Karena itu warga bersama perangkat Desa Cilongok dan Desa Karangjambu, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Tegal, Senin, 2 Februari 2026 siang.
Mereka mengadu ke Komisi III terkait proyek renovasi Jembatan Kalierang Cilongok yang hingga kini belum juga rampung, meski sudah melewati batas waktu pengerjaan.
BACA JUGA:Stok Elpiji 3 Kg di Kabupaten Tegal Aman Jelang Ramadan, Harga Sesuai HET
BACA JUGA:Update Banjir Jatinegara Tegal: Kapolres Gerakkan Personel Bantu Warga
Pembangunan Jembatan Kalierang Cilongok
Jembatan Kalierang bukan sekadar penghubung dua desa, tetapi menjadi urat nadi perekonomian, pendidikan, hingga aktivitas sosial warga. Keterlambatan proyek membuat akses warga lumpuh dan memaksa mereka memutar jalur yang jauh dan berisiko.
Kepala Desa Cilongok, Bambang Sutriono, menyebut kedatangan mereka ke DPRD sebagai bentuk desakan agar ada sikap tegas terhadap OPD terkait maupun pihak ketiga selaku penyedia jasa.
“Kami minta Komisi III DPRD memberikan peringatan keras. Proyek ini sudah molor. Progresnya baru sekitar 80 persen, padahal seharusnya selesai Desember 2025. Sekarang sudah Februari 2026, tapi belum bisa dilewati kendaraan apa pun,” tegas Bambang.
Ia juga mengaku khawatir dengan kualitas konstruksi jembatan. Menurutnya, pemasangan baut pada rangka jembatan terlihat kurang presisi dan dikhawatirkan berdampak pada ketahanan bangunan dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Bupati Tegal Pastikan Pemkab Dukung Program Prioritas Nasional Presiden
BACA JUGA:Diguyur Hujan Lebat, Tembok Pagar SD di Tegal Ambruk
“Kami tidak ingin jembatan ini cepat rusak. Keselamatan warga harus diutamakan. Jangan sampai pengguna jalan dihantui rasa takut setiap melintas,” ujarnya.
Ironisnya, dalam beberapa hari terakhir, Bambang menyebut tidak terlihat aktivitas pekerja di lokasi proyek. Informasi yang diterimanya, pekerjaan baru kembali dimulai Selasa, 3 Februari 2026.
Akses Warga Terputus
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
