Diskusi Panel WEF 2026, CEO BRI Ungkap Tantangan Utama Pembiayaan Berkelanjutan

Kamis 22-01-2026,08:22 WIB
Reporter : Adi Mulyadi
Editor : Adi Mulyadi

“Digitalisasi memungkinkan keberlanjutan untuk berkembang dalam skala besar, menurunkan biaya pembiayaan, memperluas akses kredit, serta memungkinkan pengumpulan data ESG hingga ke tingkat UMKM,” katanya. 

Keberlanjutan Sebagai DNA BRI dalam Pembiayaan UMKM 

Sebagai bank dengan fokus utama pada segmen mikro dan UMKM, BRI menempatkan keberlanjutan bukan sebagai inisiatif terbatas, melainkan sebagai strategi mass market. 

Hery menegaskan, keberlanjutan telah menjadi bagian dari DNA BRI dalam membiayai jutaan pelaku usaha setiap hari. 

BACA JUGA:BRI Beri Literasi dan Edukasi Keuangan Atlet Berprestasi SEA Games 2025

BACA JUGA:Kemenpora Gandeng BRI Salurkan Bonus Atlet, Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Indonesia di SEA Games 2025

Salah satu hambatan utama pembiayaan berkelanjutan, lanjut Hery, adalah persepsi bahwa UMKM tidak bankable, berisiko tinggi, dan berimbal hasil rendah. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, BRI menggeser pendekatan dari pembiayaan berbasis agunan menuju data-driven trust. Melalui digital underwriting, pemanfaatan data transaksi dan perilaku, serta penguatan ekosistem usaha. 

Pendekatan ini memungkinkan BRI mengelola risiko pembiayaan UMKM secara lebih terukur, sekaligus memperluas skala pembiayaan berkelanjutan. 

“Sustainability bukan inisiatif niche bagi kami, tetapi strategi mass market yang tertanam dalam cara kami membiayai jutaan pelaku usaha setiap hari,” kata Hery.

BACA JUGA:Waspada Modus Kejahatan! Ini Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit BRI

BACA JUGA:BRI Kembali Raih Resertifikasi ISO 29119, Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi TMMI Level 3  

Hery menegaskan bahwa pembiayaan berkelanjutan tidak seharusnya berhenti pada instrumen seperti green bond atau proyek infrastruktur besar. 

“Keberlanjutan yang nyata terjadi ketika pembiayaan menjangkau desa, petani, dan micro-entrepreneur. Ini bukan bantuan sosial, melainkan aktivitas ekonomi yang layak secara komersial,” ujarnya.

 

Kategori :