Diskusi Panel WEF 2026, CEO BRI Ungkap Tantangan Utama Pembiayaan Berkelanjutan

Kamis 22-01-2026,08:22 WIB
Reporter : Adi Mulyadi
Editor : Adi Mulyadi

Menurutnya, tanpa kemampuan eksekusi di tingkat lokal, pembiayaan berkelanjutan berisiko berhenti pada tataran konsep dan sulit menjangkau kebutuhan nyata di lapangan. 

BACA JUGA:BRILink Agen di Jepara ini Berhasil Buka Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat Sekitar

BACA JUGA:Full Senyum! Pemegang Saham BBRI Dapat Dividen Interim Rp20,6 Triliun di Awal Tahun 2026

Pandangan tersebut sejalan dengan perspektif investor global. Presiden dan CEO TCW, Kathryn Koch, menilai bahwa persepsi risiko terhadap emerging markets kerap berlebihan. 

Dalam konteks portofolio global, ia bahkan menyebut bahwa mengabaikan negara berkembang justru dapat meningkatkan risiko investasi. 

“Justru berisiko jika tidak memiliki eksposur ke emerging markets,” ujar Kathryn. 

Ia menambahkan bahwa kompleksitas pasar negara berkembang sering kali disalahartikan sebagai risiko, padahal dapat dikelola secara efektif melalui sistem keuangan lokal yang kuat. 

BACA JUGA:Lewat Koleksi Busana Kantor, UMKM Binaan BRI, Hidupkan Nafas Wastra Nusantara

BACA JUGA:One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo, Bikin Persiapan Pensiun Jadi Lebih Mudah

Menurut Kathryn, bank-bank domestik dengan jaringan luas dan pemahaman mendalam terhadap sektor riil memiliki peran strategis dalam menerjemahkan modal global menjadi pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan. 

Peran BRI 

Sejalan dengan pandangan tersebut, Hery menjelaskan bahwa BRI menjalankan peran sebagai anchor bank dengan menggandeng pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta bank multilateral untuk menyalurkan blended finance ke sektor UMKM. 

Tanpa keberadaan bank jangkar lokal, ujar Hery, pembiayaan berkelanjutan berisiko berhenti pada tataran konsep dan tidak mencapai sektor riil secara optimal. 

Selain peran kelembagaan, digitalisasi juga disebut sebagai faktor kunci dalam mendorong skala pembiayaan berkelanjutan. Menurut Hery, digitalisasi memungkinkan penurunan biaya pembiayaan, perluasan akses kredit, serta pengumpulan data ESG hingga ke level UMKM. 

BACA JUGA:Turut Didukung BRI, Danantara Serahterimakan Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

BACA JUGA:Berkat Pemberdayaan BRI, UMKM Bumbu Kemasan di Solo Mampu Ubah Kesulitan Menjadi Peluang

Dengan dukungan teknologi digital, pembiayaan berkelanjutan tidak lagi berhenti pada proyek percontohan, melainkan berkembang menjadi sebuah sistem yang terintegrasi. 

Kategori :