Hadirkan Pakar dari Harvard, Universitas Harkat Negeri dan CISDI Bahas Penguatan Nakes Profesional
Public Lecture Series Universitas Harkat Negeri Tegal--
TEGAL, radartegal.com - Universitas Harkat Negeri (UHN) TEGAL kembali mengadakan Public Lecture Series bertemakan “Menyiapkan Generasi Tenaga Kesehatan yang Berorientasi pada Pembangunan Manusia” di Kampusnya, Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan kolaborasi bersama Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) dan PT Tamaris Hydro itu, menghadirkan pengajar dari Harvard Medical School (HMS), Amerika Serikat.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Harvard Medical School, CISDl serta Tamaris Hydro. Atas komitmen dan kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan bidang Kesehatan Masyarakat di Universitas Harkat Negeri, yang merupakan kelanjutan dari rangkaian kerja sama internasional sebelumnya.
Menurutnya, sebagai universitas yang relatif baru, Universitas Harkat Negeri membutuhkan bimbingan dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Sembari terus menata diri, memperkuat jejaring global, dan mengembangkan pusat-pusat keunggulan.
"Termasuk peluncuran UHN Center for Sustainability Studies serta dukungan dari International Board of Advisory yang beranggotakan akademisi dan praktisi internasional,” kata Sudirman.
BACA JUGA: Kolaborasi Global Dimulai: SUSTAINABILITAS Universitas Harkat Negeri Diresmikan Bersama Tokoh PBB
BACA JUGA: Universitas Harkat Negeri Audiensi ke Kedutaan Besar Turki, Mantapkan Langkah ke Level Global
Menurutnya, optimisme dan ajakan untuk melangkah bersama secara bertahap mewujudkan visi besar Universitas Harkat Negeri. Dengan keyakinan bahwa perjalanan ini ditempuh bersama banyak sahabat dan mitra.
Pendiri dan CEO CISDI, yang juga Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Harkat Negeri, Diah S. Saminarsih, mengatakan penguatan sistem kesehatan mesti bisa dibarengi dengan cara pikir pembangunan yang berorientasi pada manusia. Dengan menempatkan masyarakat sebagai “kompas” pembangunan.
“Kebijakan dan program kesehatan seharusnya mengupayakan kesetaraan dengan pendekatan afirmatif. Contohnya penjangkauan-penjangkauan khusus untuk kelompok rentan," kata Diah.
Diah menilai, pendekatan itu, menuntut sistem yang inklusif, adil, partisipatif, dan responsif terhadap realitas kehidupan masyarakatluas. Sebagai organisasi non profit yang berfokus di bidang pembangunan kesehatan, CISDI menggagas kolaborasi ini untuk memperkuat pembangunan kesehatan di Indonesia secara umum, dan secara khusus di Kota Tegal, dan sekitarnya.
BACA JUGA: 426 Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Harkat Negeri dan Nusantara Ikuti PKKMB
BACA JUGA: 527 Calon Mahasiswa Berjuang Raih Beasiswa Harkat Negeri, Ikuti Tes Potensi Akademik dan Wawancara
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

