Warga dan Tomas Wadul DPRD Soal Tiket Masuk Pancuran 13 Guci Tegal

Selasa 20-01-2026,10:30 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Adi Mulyadi

BUMIJAWA, radartegal.com - Warga, pedagang dan tokoh masyarakat mengeluh ke DPRD soal tiket masuk Pancuran 13 Guci Tegal yang dibanderol Rp27 ribu per orang. Mereka mengadu dengan mendatangi langsung Kator Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tegal, Senin, 19 Januari 2026.

Sebagaimana diketahui, tiket masuk Pancuran 13 Guci Tegal yang kini dipatok Rp27 ribu per orang menuai keluhan, baik dari warga lokal, tokoh masyarakat (tomas) hingga wisatawan. Pungutan biaya masuk itu, dinilai memberatkan dan menggerus denyut wisata kawasan pemandian air panas Guci Tegal.

Padahal, sebelumnya untuk bisa mandi air panas di Pancuran 13 Guci Tegal gratis tanpa pungutan secuilpun. Saat itu, wisata andalan Kabupaten Tegal ini selalu ramai pengunjung dan roda perekonomian di sekitarnya menggeliat.

Kini setelah dikelola pihak ketiga, untuk bisa mandi air panas di Pancuran 13 Guci Tegal, pengunjung wajib bertiket yang dipatok Rp27 ribu per orang. Hal inilah yang kemudian menuai gelombang protes dan keluhan dari sejumlah lapisan masyarakat.  

BACA JUGA:Antisipasi Keracunan Pangan Program MBG di Kabupaten Tegal, Dinkes Kumpulkan Para Penjamah

BACA JUGA:Jelang Porprov Jateng 2026, KONI Dorong Forki Kabupaten Tegal Tancap Gas dari Sekarang

Keluhan Tiket Masuk Pancuran 13 Guci

Nurkhanan, warga RT 01 RW 03 Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, mengeluhkan kebijakan tiket masuk Pancuran 13 Guci Tegal, berdampak langsung ke ekonomi masyarakat bawah.

“Menurut saya pribadi, Pancuran 13 yang sekarang berbayar, saya kurang setuju. Walaupun ada pemasukan untuk desa, tapi tarifnya terlalu mahal. Pengunjung jadi berkurang, pedagang kecil ikut terdampak,” keluhnya.

Ia mengenang masa ketika Pancuran 13 Guci Tegal masih gratis dan selalu dipadati wisatawan. Saat itu, pedagang asongan hingga kaki lima ikut merasakan perputaran uang yang hidup.

“Dulu gratis, pengunjung ramai. Sekarang Guci malah dijuluki ‘seribu tiket’. Salah satunya ya Pancuran 13. Itu jadi beban buat wisatawan,” tambah Nurkhanan.

BACA JUGA:Hemat Rp1 Miliar! Program Meterisasi PJU di Kabupaten Tegal Berlanjut Tahun Ini

BACA JUGA:Dikeluhkan! Hutan Jadi Kebun Sayur di Lereng Gunung Slamet Ancam Keselamatan Warga di Kawasan Guci Tegal

Keluhan serupa disampaikan Taufik, warga RT 04 RW 02 Desa Guci. Ia menilai kebijakan tiket berbayar telah menggerus identitas Guci sebagai wisata rakyat.

“Ikon Guci itu Pancuran 13. Harapan kami sederhana, dikembalikan gratis seperti dulu. Sekarang orang mikir-mikir mau masuk,” tegasnya.

Tak hanya warga, wisatawan pun ikut angkat suara. Edi Mustofa (42), wisatawan asal Pekalongan, mengaku kaget dengan harga tiket yang harus dibayar hanya untuk menikmati pemandian air panas.

Kategori :