Temuan di sini tidak hanya berupa candi, namun juga sisa-sisa permukiman kuno, lahan pertanian, jalan, dan saluran irigasi. Keunikan ini menunjukan sebuah desa kuno yang lengkap.
Situs peradaban kuno terbanyak di Jawa Tengah satu ini, diperkirakan sudah ada sejak abad ke-2 hingga ke-11 Masehi. Liyangan memberikan gambaran utuh tentang kehidupan sosial dan religius masyarakat Jawa Kuno.
BACA JUGA: 3 Kebun Binatang di Jawa Tengah dengan Puluhan Spesies Satwa
BACA JUGA: 7 Tempat Wisata di Klaten Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi, Seru dan Murah!
Temuan lainnya
Selain sejumlah candi besar tadi, masih ada temuan situs peradaban kuno di Jawa Tengah meski bukan terbanyak, namun menyimpan nilai sejarha dalam di berbagai daerah. Contohnya penemuan candi bata tertua di Batang, situs prasejarah di Purbalingga, serta situs-situs Mataram Kuno lainnya di Kabupaten Semarang.
Hal ini menegaskan bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Tengah menyimpan jejak sejarah peradaban kuno yang mendalam dan luas.
Penutup
Secara keseluruhan, wilayah yang jadi pusat kekuasaan Mataram Kuno, yaitu poros Kedu (Magelang dan Temanggung). Daerah ini dianggap sebagai area dengan konsentrasi situs peradaban kuno terbanyak dan lengkap di Jawa Tengah.