150 Kapal Nelayan Padati Pelabuhan Tegal, Ternyata Ini Penyebabnya
PADAT - Pantauan situasi pelabuhan Tegal yang dipadati kapal nelayan--
TEGAL, radartegal.com —Sekitar 150 kapal nelayan saat ini terparkir di Pelabuhan Tegal, sehingga menyebabkan kolam tampak padat. Sebagian kapal terparkir karena menunggu cuaca ekstrem mereda dan lainnya masih menunggu perizinan untuk berlayar.
Manager Pelabuhan Kawasan Tegal, Tri Sugiyatno mengatakan, kapasitas kolam yang ada mencapai sekitar 200 unit. Saat ini terdapat sekitar 150 unit kapal yang berlabuh di kolam pelabuhan.
“Jumlahnya masih dinamis, karena memang ada kapal yang keluar masuk kolam,” katanya.
Menurutnya, penyebab kapal masih terparkir di Pelabuhan karena factor keselamatan. Para nelayan memilih untuk menunda keberangkatan karena memang cuaca ekstrem.
BACA JUGA: Lantik Kapolsek, Kapolres Tegal Kota: Adanya Pelabuhan Jadikan Tegal Barat Strategis Namun Rawan
BACA JUGA: Agustus Pelabuhan Batang Siap Beroperasi, Bongkar Muat Barang Lebih Efesien
Selain itu, kata Tri Sugiyatno, Sebagian nelayan juga saat ini masih dalam proses perizinan. Mereka baru bisa berangkat setelah itu semua selesai.
"Saat ini pemilik dan pengurus kapal masih menunggu perizinan selesai dan kondisi cuaca membaik. Harapannya mereka bisa segera melaut, sehingga sebelum Lebaran sudah bisa kembali ke rumah," kata Tri.
Terkait itu, kata Tri, pihaknya melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi potensi bahaya, utamanya, kebakaran kapal yang kerap terjadi. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan dan pengamanan di area pelabuhan.
“Kami juga meminta peran aktif pemilik dan pengurus kapal dalam menjaga keamanan. Merek akita minta agar rutin melakukan patroli mandiri guna mencegah terjadinya kebakaran di area kolam Pelabuhan,” tandasnya.
BACA JUGA: Kebakaran Kapal di Pelabuhan Tegal, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
BACA JUGA: Ungkap Akar Masalah Kebakaran Kapal di Pelabuhan Tegal, Pengamat: Perlu Audit Teknis
Selanjutnya, ujar Tri, momentum Natal dan Tahun Baru kali ini berdekatan dengan bulan puasa dan Idulfitri. Itu, menjadi perhatian serius bagi pengelola pelabuhan dan unsur maritim lainnya.
"Ini menjadi PR kita bersama, utamanya Pelindo dan unsur maritim. Agar pengamanan pelabuhan tetap terjaga," ujar Tri.
Tri menambahkan, kondisi pelabuhan saat ini sudah mendekati batas daya tampung. Baik Pelabuhan Perikanan maupun pelabuhan yang dikelola Pelindo.
"Sehingga, ini menjadi PR besar yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP," kata Tri
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

