Target 2025 Terlapaui, Jawa Tengah Optimis Jadi Penumpu Pangan Nasional 2026
PANEN PADI - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi optimis Jawa Tengah jadi penumpu pangan nasional 2026.-istimewa-
SEMARANG, radartegal.com - Gubernur Ahmad Luthfi optimis Jawa Tengah (Jateng) jadi penumpu pangan nasional pada 2026. Rasa percaya diri itu muncul karena produktivitas pangan Jawa Tengah sepanjang 2025, telah memenuhi target dari pemerintah pusat.
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mencatat, produktivitas padi hingga November 2025 mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP), atau setara dengan 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Jumlah tersebut dari luas tanam padi di Jawa Tengah sekitar 2.025.782 hektare, dengan luas panen 1.673.012 hektare.
Capaian ini menempatkan Jateng sebagai tiga besar kontributor terbesar nasional.
BACA JUGA:Luar Biasa! PAI Tegal Masuk 10 Besar Wisata Jawa Tengah yang Paling Banyak Dikunjungi
BACA JUGA:Libur Nataru, 8,6 Juta Orang Masuk ke Jawa Tengah, Diprediksi Bertambah Hingga Akhir Masa Liburan
Kemudian produktivitas jagung sepanjang 2025 mencapai 3.837.758 ton dengan luas panen 612.373 hektare. Capaian ini menjadikan Jateng sebagai kontributor terbesar kedua nasional.
Selanjutnya produktivitas kedelai mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare. Hasil ini menempatkan Jateng sebagai kontributor terbesar nasional.
Jawa Tengah Penumpu Pangan Nasional
Ahmad Luthfi meuturkan, pemerintah pusat menargetkan Jawa Tengah bisa memproduksi sebanyak 11 juta ton padi Gabah Kering Panen (GKP). Dari target tersebut, realisasi jumlah produktivitasnya sudah terpenuhi.
Ini, sambung Luthfi, menjadi pijakan yang bagus untuk menghadapi tantangan 2026, sekaligus menyongsong swasembada pangan nasional.
BACA JUGA:Jawa Tengah Tawarkan Investasi ke Brunei, Ini Sejumlah Bidang yang Ditawarkan
BACA JUGA:Jawa Tengah Tunjukkan Tren Kinerja Positif di Tahun 2025, Gubernur Tegaskan Prioritasnya
Terlebih, sebagaimana peta jalan (roadmap) pembangunan di Jawa Tengah, pada 2026 provinsi ini ditargetkan mampu swasembada pangan, dan menjadi penumpu pangan nasional.
“Kita harapkan tahun 2026 produktivitas kita meningkat,” kata Luthfi, di Kota Semarang Rabu, 31 Desember 2025.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


