Siapa yang tak kenal gethuk? Namun, gethuk khas Pekalongan punya ciri berbeda. Terbuat dari ketela pohon (singkong) yang dihaluskan, kemudian dilumuri gula aren cair dan diberi taburan kelapa parut.
BACA JUGA:Kulineran Sambil Lesehan, 3 Tempat Makan di Salatiga Ini Wajib Dicoba
BACA JUGA:Daftar Tempat Beli Kuliner Lokal Batang yang Populer dan Enak
Perpaduan manis legit dari gula aren dan gurihnya kelapa menjadikan gethuk ini disukai berbagai kalangan. Biasanya gethuk dijual di pasar tradisional dengan harga terjangkau, namun cita rasanya tak ternilai.
5. Ongol-Ongol
Ongol-ongol adalah jajanan tradisional yang populer di Jawa, termasuk di Pekalongan. Terbuat dari tepung kanji, jajanan ini memiliki tekstur kenyal dan rasa manis yang khas.
Umumnya ditaburi parutan kelapa agar cita rasanya lebih kaya. Ongol-ongol khas Pekalongan sering dijadikan camilan sore bersama teh panas, menjadi perpaduan yang pas untuk menemani waktu santai.
6. Srintil
Srintil termasuk jajanan pasar khas Pekalongan dengan bentuk kecil-kecil bergerindil dan warna-warni yang menarik. Jajanan ini disajikan dengan taburan kelapa parut, memberikan perpaduan rasa manis dan gurih yang lembut di mulut.
BACA JUGA:5 Kuliner Lokal Asli Batang yang Pasti Cocok di Lidahmu
BACA JUGA:3 Ide Oleh-oleh Non Kuliner khas Purwokerto yang Unik
Srintil kerap hadir dalam acara adat maupun pasar tradisional sebagai simbol keceriaan karena warnanya yang cerah. Selain enak, tampilannya juga menarik sehingga banyak disukai anak-anak.
7. Kue Glundung
Kue glundung terbuat dari singkong dengan isian gula aren cair di dalamnya. Bentuknya bulat seperti bola, sehingga mudah menggelinding ketika digerakkan, sesuai dengan namanya “glundung”.
Saat digigit, gula aren di dalamnya meleleh dan berpadu dengan tekstur singkong yang kenyal. Rasa manis legit dan gurih membuat kue ini jadi favorit banyak orang, meskipun kini mulai sulit ditemukan.
Warisan Kuliner Jajanan Pekalongan
Selain memanjakan lidah, jajanan pasar khas Pekalongan juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisional dengan bahan alami seperti santan, gula aren, dan tepung beras.
BACA JUGA:4 Pilihan Kuliner Khas Cirebon yang Terkenal Enak dan Selalu Ramai Pembeli
BACA JUGA:6 Hotel Strategis di Cirebon Dekat Stasiun, Banyak Destinasi Kuliner dan Tempat Wisata
Tak heran jika jajanan ini sering dihidangkan pada acara adat, keagamaan, hingga momen kebersamaan keluarga. Masyarakat Pekalongan bangga menjadikan kuliner ini sebagai bagian dari identitas mereka.