“Selama ini penyiar radio menjadi misterius. Namun setelah divisualkan justru mendapatkan respons positif dari masyarakat. Berangkat dari inilah perlu ada variasi-variasi dalam bermedia,” ungkapnya.
BACA JUGA: DPRD Jateng Singgung Hasil Pembangunan saat Penyampaian Pokok Pikiran, Minta Pemerataan
Sementara Danang menyebutkan ada kolaborasi untuk tiga strategi bisnis media saat ini. Yakni melalui advertorial, banner, dan programatic.
Ketiga strategi tersebut pihaknya terapkan untuk menjaga media tetap eksis untuk saat ini.
“Dengan tidak meninggalkan media sosial melalui platform TikTok, X, Instagram, bisnis media juga tetap ada yang fokus pada cetak dan website,” lanjutnya.
Kabun sendiri menyebutkan industri media terutama cetak sudah mulai membaca perilaku masyarakat sekarang ini. Terutama terkait kebiasaan membaca.
BACA JUGA: Singgung Nilai-nilai Pancasila, Ketua DPRD Jateng Sumanto: Sekarang Banyak yang Individual
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Imbau Masyarakat Waspada Penjualan Sapi Glonggongan saat Iduladha
Masyarakat saat ini cenderung lebih suka pada informasi-informasi yang bersifat visual. Dengan demikian industri media harus tahu konsep visual yang diinginkan masyarakat sehingga bisa bertahan dan berkembang.