Hadirnya mitos ini tidak sekedar menakuti anak-anak, namun agar terutama ketika air pasang, mereka tidak berani mendekati sungai. Jadi, ini bisa jadi salah satu alasan mengapa mitos Onggo Inggi ini terus diceritakan dari masa ke masa.
Untuk diketahui, Sungai Bengawan Solo terkenal sebagai sungai terpanjang di Pulau Jawa. Terlepas dari kisah mistis di Sungai Bengawan Solo tersebut, arus sungainya memang berpotensi bahaya.
BACA JUGA: Mitos Pantai Klotok di Wonogiri yang Viral! Bikin Wisatawan Terhipnotis
BACA JUGA: 4 Mitos Tersembunyi di Balik Keindahan Tanah Lot Bali
Misal arus deras atau kedalaman yang tidak terduga, sehingga sering menelan korban. Maka dari itu, hadirnya mitos sosok tersebut bisa menjadi pesan moral atau jadi peringatan bagi masyarakat luas, khususnya anak-anak.
Tujuannya agar bisa tetap hati-hati saat berada di dekat sungai. Tidak hanya demi keselamatan, namun mitos ini juga secara tidak langsung mendorong masyarakat sekitar untuk menjaga sungai.
Misalnya dengan menjaga kebersihannya dan menjaga dari hal-hal yang berpotensi merusak sungai. Jika sampai sungai tidak dirawat, tentu masyarakat sekitar juga akan menanggung dampaknya seperti banjir dan lainnya.
Kelemahan Onggo Inggi
Cerita seram tentang Onggo Inggi ini memang masih menakuti sebagian masyarakat. Namun, beberapa percaya bahwa sosok tersebut memiliki kelemahan seperti takut terhadap kain kafan dan menyan yang seringkali jadi bahan untuk pengusiran makhluk halus.
Penutup
Meski kehadiran sosok Onggo Inggi tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya, namun mitos Onggo Inggi tetap masih ada sampai saat ini. Lebih dari sekedar cerita seram, mitos ini juga sekaligus jadi tanda peringatan agar berhati-hati saat di sungai dan menjaga kelestarian sungai.