Protes Jalan Rusak di Tegal, Warga Kertayasa Sengaja Tanam Pohon Pisang dan Mancing

Minggu 11-02-2024,21:40 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Khikmah Wati

RADAR TEGAL- Protes jalan rusak di Tegal, sejumlah warga Desa Kertayasa Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal sengaja menanam pohon pisang dan memancing ikan di jalan rusak yang penuh lubang besar. Aksi tersebut dilakukan menyusul tidak kunjung diperbaikinya jalan tersebut.

Aksi protes jalan rusak di Tegal ini dilakukan karena ruas Jalan Kertayasa-Bongkok ini tidak kunjung diperbaiki. Lubang yang berdiameter cukup lebar itu selalu digenangi air setiap kali turun hujan.

Salah satu warga, Endang, 42 tahun, yang tinggal di RT 03 RW 02 Desa Kertayasa mengatakan, aksi protes jalan rusak di Tegal yang dilakukan dengan tanam pohon pisang dan memancing ikan di tengah jalan ini terpaksa dilakukan. Penyebabnya warga sudah jenuh dengan kondisi jalan yang rusak.

Protes jalan rusak di Tegal itu dilakukan setelah banyak warga yang terjatuh ke dalam lubang. Meski lukanya tidak parah, tetapi sudah merugikan warga. 

BACA JUGA: PJU Minim dan Jalan Rusak, Ruas Karangdawa-Jatilaba Kabupaten Tegal Rawan Kecelakaan

"Ya jelas rugilah. Terutama anak-anak sekolah yang mau berangkat sekolah tapi tidak jadi karena terjatuh di situ, dan bajunya basah. Kadang ibu-ibu yang lagi mengantar anak sekolah juga terjatuh. Termasuk saya sendiri," ujarnya, Minggu 11 Februari 2024.

Menurutnya, warga kerap kesulitan saat melintas di jalan tersebut. Padahal, jalan itu merupakan akses penghubung antara Desa Kertayasa dengan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Kramat hingga menuju ke jalan Pantura. 

Tidak hanya itu, jalan yang nyaris tanpa aspal tersebut merupakan akses pendidikan, perekonomian bahkan pertanian. Karenanya, protes jalan rusak di Tegal kemudian dilakukan.

"Jalan ini rusak sudah lama. Bertahun-tahun. Tapi sampai sekarang belum diperbaiki," kata Warso, warga RT 04 RW 02 Desa Kertayasa.

BACA JUGA: Perbaikan Jalan Rusak Banyak Diminta Warga di Dapil I, Umi Azkiyani: Memang Mendominasi

Menurut tokoh masyarakat ini, setiap banjir, banyak anak-anak sekolah yang terjatuh karena terpeleset di tengah lubang. Akibatnya, mereka gagal ke sekolah karena bajunya basah kuyup.

"Kalau hujan banjir. Lubangnya tidak terlihat. Sehingga banyak yang terpeleset dan jatuh," ujar Warso.

Terkait aksi protes jalan rusak di Tegal tersebut, Kepala Desa Kertayasa Purwoko Hendro Winarno mengatakan, ruas Jalan Kertayasa-Bongkok yang rusak itu merupakan kewenangan Pemkab Tegal. Panjang jalan sekitar 2 kilometer dan lebarnya 4 meter. 

Dari panjang tersebut, lebih dari 50 persen mengalami kerusakan yang cukup parah. Kerusakan sudah berlangsung lama tetapi tidak kunjung diperbaiki.

Kategori :