Hari Otonomi Daerah ke-30: Bupati Tegal Targetkan Pelayanan Publik Lebih Responsif dan Inovatif

Hari Otonomi Daerah ke-30: Bupati Tegal Targetkan Pelayanan Publik Lebih Responsif dan Inovatif

OTONOMI DAERAH- Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan peningkatan kualitas layanan publik sebagai fokus utama pelaksanaan otonomi daerah.--

SLAWI, radartegal.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan publik harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan otonomi daerah. Hal tersebut ditegaskan saat memimpin upacara peringatan Hari otonomi daerah (Otda) ke-30 di Halaman Belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Senin 27 April 2026.

Menurut Bupati Ischak, otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan wewenang secara administratif, melainkan amanah untuk menciptakan kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Kabupaten Tegal.

Otonomi Daerah sebagai Instrumen Kesejahteraan

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa tuntutan zaman mengharuskan pemerintah daerah untuk lebih lincah dalam berinovasi.

“Peringatan Hari Otda ke-30 ini adalah pengingat bahwa kita harus semakin responsif dan akuntabel. Otonomi yang kita jalankan wajib menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mempercepat pembangunan di daerah,” ujar Ischak Maulana Rohman.

BACA JUGA: Bupati Tegal Serahkan SK Pensiun 90 PNS, Pastikan Hak Gaji dan Pangkat Aman

BACA JUGA: Digitalisasi Layanan Jadi Sorotan Bupati Tegal, Pelayanan Pengaduan Pelanggan Harus Responsif

Senada dengan hal tersebut, Bupati juga membacakan pesan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dalam sambutan tertulisnya, Mendagri menyebutkan tiga fungsi utama otonomi daerah:

  • Pemerataan Pembangunan: Memastikan kemajuan tidak hanya berpusat di satu titik.
  • Penguatan Layanan Publik: Memperpendek birokrasi demi akses layanan yang lebih cepat.
  • Kesejahteraan Masyarakat: Meningkatkan taraf hidup warga melalui kebijakan lokal yang tepat.

Digitalisasi dan Kemandirian Fiskal

Menghadapi tantangan tahun 2026, pemerintah daerah didorong untuk melakukan reformasi birokrasi berbasis hasil. Digitalisasi menjadi pilar penting untuk mendukung efisiensi pelayanan dan transparansi anggaran.

“Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci. Selain itu, kita harus terus berupaya meningkatkan kemandirian fiskal daerah agar pembangunan berjalan lebih mandiri dan berkelanjutan,” lanjut Bupati.

BACA JUGA: Marak Peredaran Obat Keras, Bupati Tegal Ajak Ranting NU Kabunan Lindungi Generasi Muda

BACA JUGA: Bupati Tegal Gandeng Kejari Perkuat Pendampingan Hukum Kebijakan Daerah

Upacara yang diikuti oleh jajaran Forkopimda dan ASN di lingkungan Pemkab Tegal ini ditutup dengan ajakan kolaborasi. Bupati optimistis bahwa dengan sinergi seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Tegal akan terus berkembang menjadi daerah yang mandiri dan kompetitif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait