Indonesia Larang Dua Bahan Berbahaya untuk Obat Batuk Usai Anak-anak di Afrika Derita Gagal Ginjal

Minggu 16-10-2022,09:26 WIB
Reporter : Zuhlifar Arrisandy
Editor : Zuhlifar Arrisandy

JAKARTA, radartegal.com - 131 anak di Indonesia sepanjang tahun ini teridentifikasi menderita gagal ginjal akut. Akibat penyakit ini, puluhan anak di Gambia, sebuah negara di Afrika Barat, meninggal dunia.

Belakangan baru diketahui, penyebab utama munculnya penyakit tersebut berasal dari konsumsi sirup obat batuk. Diduga kuat sirup obat batuk tersebut mengandung dua bahan berbahaya, yakni dietilen glikol dan etilen glikol.

Itulah sebabnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyelidiki kemungkinan kedua bahan berbahaya itu telah mencemari bahan lainnya yang digunakan sebagai pelarut dalam obat batuk.

BPOM bahkan sudah melarang penggunaan kedua bahan tersebut, hingga proses penelitian selesai dilakukan.

"Untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, BPOM telah menetapkan syarat registrasi bagi semua produk sirup obat batuk untuk anak-anak dan orang dewasa tidak boleh menggunakan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG),” kata BPOM dalam sebuah pernyataannya, Sabtu 15 Oktober 2022.

Merujuk informasi dari World Heatlh Organisation (WHO), sirup obat batuk yang terkontaminasi dietilen glikol dan etilen glikol ialah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup.

Dikutip dari rmol.id, keempat produk tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited asal India dan disinyalir memiliki kaitan erat dengan penyebab kematian pada 70 anak di Gambia.

Berdasarkan penelusuran BPOM, keempat produk tersebut tidak terdaftar di Indonesia. (*)

Kategori :