Semester Pertama di 2026, DPMPTSP Brebes Terbitkan 12.837 NIB
Selama semester pertama di 2026, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Brebes menerbitkan sedikitnya 12.837 Nomor Induk Berusaha (NIB).(istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Selama semester pertama di 2026, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Brebes menerbitkan sedikitnya 12.837 Nomor Induk Berusaha (NIB). Dari belasan ribu NIB tersebut akumulasi nilai rencana investasi mencapai angka Rp1,66 Triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Brebes JuwitaAsmara menyebutkan, dengan nilai infestasi yang mencapai Rp1,66 triliun tersebut aritnya komitmen pemerintah daerah dalam memangkas birokasi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Brebes.
Ditambah, kata dia, saat ini akses perizinan melalui Online Single Submission (OSS) menjadi mempermudah warga yang hendak melakukan proses perizinan dalam berusaha.
“Kami memberikan kemudahan para pelaku usaha dalam mengurus proses perizinan. Dan terbukti dengan kemudahan itu di semester pertama ini sudah ada 12.837 NIB yang kami terbitkan," ungkapnya.
BACA JUGA: Jelang Penyampaian LKPM Semester I, DPMPTSP Brebes Ingatkan Pelaku Usaha untuk Ini
BACA JUGA: Wujudkan Tertib Kelola Kearsipan, DPMPTSP Brebes Musnahkan Arsip Kadaluarsa
Juwita juga menyebtukan lanskap usaha di Kabupaten Brebes memlikiki karakteristik yang unik. Dan saat ini jumlah legalitas usaha secara kuantitas didominasi oleh sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Dari total kategori Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) menyunbang 12.719 NIB atau setara dengan 99,08 persen. Sedangkan sisanya untuk skala menengah dan besar yang mencapai 118 NIB.
Meskipun jumlahnya minim, sektor Non-IUMK justru menjadi tulang punggung nilai investasi daerah. Sektor ini menyumbang porsi terbesar, yakni sebesar 77,24 persen dari total rencana investasi atau senilai Rp 1,28 triliun.
Sementara itu, sektor UMK memberikan kontribusi rencana investasi sebesar Rp 377,4 miliar. Secara periodik, laju penerbitan perizinan mengalami fluktuasi yang dinamis sepanjang enam bulan pertama. Puncak permohonan NIB tertinggi terjadi pada bulan April dengan penerbitan mencapai 2.976 NIB.
Di sisi lain, lompatan nilai rencana investasi terbesar justru terjadi lada Mei yakni mencapai Rp443,74 miliar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


