Perang Amerika-Israel Vs Iran Bikin Nelayan Tegal Gelisah, Ini Penyebabnya

Perang Amerika-Israel Vs Iran Bikin Nelayan Tegal Gelisah, Ini Penyebabnya

PELABUHAN - Kapal-kapal nelayan bertambat di Pelabuhan Tegalsari, Selasa (7/4). Nelayan khawatir eskalasi perang Israel, Amerika, dan Iran berdampak terhadap naiknya harga solar bersubsidi.-K. Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup-

TEGAL, radartegal.com - Perang antara Amerika-Israel vs Iran tidak hanya membuat kalangan elit pusing. Situasi tersebut juga membikin nelayan Tegal gelisah gundah gulana. 

Lantas mengapa nelayan Tegal ikut gelisah dengan perseteruan antara Amerika-Israel dan Iran? Berikut ulasan lengkapnya.

Kapal-kapal nelayan terikat rapi di Pelabuhan Tegalsari, Kota Tegal, Selasa 7 April 2026. Tali-tali tambat melilit kuat, menahan kapal-kapal itu agar tetap diam. 

Pagi itu, sejumlah anak buah kapal beraktivitas di atas dek. Anak buah kapal yang lain, duduk di warung pinggiran dermaga. 

BACA JUGA:Anggota DPRD Kota Tegal Sambut Pengembangan Pelabuhan Jongor

BACA JUGA:Terindikasi Kecanduan Obat-obatan Berbahaya, 35 Warga di Tegal dan Sekitarnya Jalani Rehabilitasi BNN

Laut sebenarnya sedang cukup bersahabat. Angin sedang tidak terlalu kencang. Ombak pun tenang. Namun, ada satu kegelisahan. Soal harga solar.

Ancaman harga solar Naik Akibat Perang

Rasa gelisah itu tidak datang tiba-tiba. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Jawa Tengah Riswanto menyebut kondisi nelayan saat ini tengah harap-harap cemas. 

"Anda bisa menduga. Ya, benar. Eskalasi perang yang berlangsung antara Israel, Amerika, dan Iran adalah penyebabnya," kata Riswanto. 

Perang, sambung dia, membuat perekonomian dunia tertekan, dan bermuara pada satu hal, yakni harga minyak dunia.

BACA JUGA:Rencana Pengembangan Pelabuhan Tegalsari Tegal Jadi Obat Kecewa Nelayan

BACA JUGA:Soroti Ketimpangan Pengelolaan, DPRD Kota Tegal Usulkan Revisi Perda Pengelolaan Sampah

Bagi nelayan, isu itu bukan sekadar berita internasional. Dampaknya bisa menghujam langsung pada jantung aktivitas mereka. Terutama bagi kapal yang beroperasi di bawah 30 Gross Tonnage (GT). 

Kelompok ini masih sangat bergantung pada subsidi bahan bakar. Sekitar 70 persen biaya melaut mereka habis untuk solar. Karena itu, khawatir nantinya harga solar akhirnya dinaikkan jika eskalasi perang terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: